f HOT NEWS ~ KREMOV PICTURES - Komunitas Film Banten dan Rumah Produksi

Minggu, 01 Januari 2012

HOT NEWS

 Review: Breaking Dawn PART 1

The Twilight Saga Breaking Dawn Part 1 Bioskop 2011. Buat pecinta Film sequel ‘The Twilight Saga Breaking Dawn’ Part 1 produksi Summit Entertainment, Film Twilight 4 masih dibintangi Robert Pattinson [Edward Cullen] dan Kristen Stewart [Bella Swan]melanjutkan kisah cinta antara Manusia dan Vampire. Di Kisahkan dimana saat ini Bella Swan telah menikah dengan Edward Cullen.Sebagaimana kita ketahui Edward Cullen adalah seorang vampire yang berbeda dengan vampire lainnya,dia hanya menghisap darah hewan saja, sehingga ia disebut juga sebagai vampire vegetarian. Sedangkan Bella Swan adalah wanita biasa yang sangat cinta terhadap Edward. Setelah menikah, kemudian seperti pasangan baru lainnya,Edward dan Bella bulan madu. Tak lama kemudian, Bella pun hamil dengan tidak wajar, karena janin bayi dalam kandungan Bella timbuh dengan sangat cepat. Rupanya janin bayi yang ada dalam kandungan Bella merupakan mahluk setengah manusia dan setengah vampire. Ini adalah akibat perkawinan di antara manusia dan vampire.

Banyak yang menyarankan Bella untuk menggugurkan janin tersebut, tetapi Bella tetap menjaganya sampai bayi tersebut lahir karena dia sangat sayang. Akhirnya bayi tersebut lahir dan diberikan nama Renesmee. Sayangnya Bella hampir meninggal saat melahirkan Renesmee,namun Edward juga mencintai Bella,sehingga Edward menyuntikkan racunnya langsung ke jantung Bella agar Bella dapat hidup kembali, namun kali ini Bella menjadi vampire juga sama seperti Edward.
Bella dapat hidup selamat bersama buah hati tercintanya. Kehidupan keluarga vampire baru ini pun berjalan dengan romantic dan bahagia. Di tengah-tengah kebahagiaan itu, ternyata ada banyak masalah yang menghadang mereka.
Kini Bella adalah seorang vampire, lalu bagaimana ia memberitahukannya kepada kedua orangtuanya? Atau bagaimana juga Bella memberitahukan kepadaa orangtuanya bahwa cucu mereka adalah mahluk setengah manusia dan vampire?
Bella pun tidak pernah memberitahukan kepada yang lainnya,bahwa sahabatnya yang bernama Jacob adalah seorang manusia serigala? Jacob awalnya menyukai Bella, namun karena mengetahui Bella sangat mencintai Edward, akhirnya Jacob malah mencintai Renesmee, putri Bella yang telah tumbuh dewasa. Jacob mencintai Renesmee karena Renesmee sangat mirip sekali dengan ibunya, Bella.

Review: Di Bawah Lindungan Ka’bah (2011)

MD Pictures, rumah produksi yang sempat meraih sukses besar ketika merilis Ayat-Ayat Cinta (2008), yang kemudian memulai tren perilisan film-film drama bernuansa reliji di industri film Indonesia, sepertinya sangat berhasrat untuk mengadaptasi novel karya Buya Hamka, Di Bawah Lindungan Ka’bah, menjadi sebuah tayangan film layar lebar. Mereka bahkan rela menghabiskan waktu selama dua tahun untuk menyelesaikan proses produksi dan dana sebesar Rp25 miliar untuk menampilkan tata produksi terbaik untuk mendukung pembuatan versi film dari salah satu karya paling populer di dunia sastra Indonesia tersebut. Hasilnya, Di Bawah Lindungan Ka’bah menjadi sebuah film bertemakan kasih tak sampai dengan tampilan komersial yang sangat akut… seperti yang telah diduga banyak orang ketika nama Hanny R Saputra dilibatkan sebagai sutradara bagi film ini.
Di Bawah Lindungan Ka’bah memulai kisahnya dengan memperkenalkan Hamid (Herjunot Ali), seorang pemuda tampan, cerdas, saleh, berbudi pekerti tinggi namun terlahir dengan keadaan ekonomi yang berada di bawah garis kemiskinan. Untungnya, kehidupan Hamid dan ibunya (Jenny Rachman) selama ini cukup terbantu dengan keberadaan Haji Jafar (Didi Petet), seorang pria dermawan yang saleh serta cukup terpandang di sebuah kampung di provinsi Sumatera Barat yang masyarakatnya memegang teguh adat istiadat dan taat dalam menjalankan ajaran dan aturan agama. Haji Jafar bahkan membiayai pendidikan Hamid di sebuah sekolah agama bergengsi hingga Hamid akhirnya mampu menyelesaikan pendidikannya.
Dilema mulai mewarnai kehidupan Hamid ketika ia jatuh cinta dengan Zainab (Laudya Chyntia Bella), puteri jelita semata mayang dari Haji Jafar. Perbedaan status sosial yang begitu jauh antara keduanya membuat hubungan antara Hamid dan Zainab sepertinya tidak mungkin bersatu, walaupun keduanya sama-sama menyukai satu sama lain. Tidak hanya berhenti disitu, berbagai cobaan mulai mendera hubungan keduanya: mulai dari Hamid yang diusir dari kampungnya setelah dituduh telah ‘menyentuh’ Zainab secara tidak sopan hingga perjodohan Zainab dengan seorang pemuda anak saudagar kaya yang semakin memojokkan posisi Hamid. Hamid yang terusir dari kampung akhirnya meneruskan perjalanannya demi mewujudkan impiannya agar dapat menunaikan ibadah haji di Mekkah. Di saat yang sama, Zainab tetap menunggu kembalinya Hamid agar mereka dapat kembali menjalin hubungan kasih suci mereka yang telah terputus.
Diadaptasi oleh Titien Wattimena (Minggu Pagi di Victoria Park, 2010) dan Armantono (Love Story), kisah cerita Di Bawah Lindungan Ka’bah memang memiliki cukup banyak perbedaan yang berarti jika dibandingkan antara jalinan kisah yang tertulis di novelnya. Kisah mengenai pengusiran karakter Hamid dari kampungnya serta karakterisasi antagonis dari karakter pria yang dijodohkan dengan Zainab merupakan bentuk penyesuaian konflik yang dilakukan Titien dan Armantono untuk menerjemahkan jalan cerita yang berlangsung di masa klasik menjadi sebuah jalan cerita dengan sentuhan yang lebih modern. Dialog-dialog yang terjalin antara setiap karakter juga dibentuk dengan dialog modern daripada menggunakan dialog berbentuk metafora maupun pantun seperti yang digunakan di versi novel – walaupun Titien dan Armantono beberapa kali tetap menyelipkan dialog-dialog bernada klasik tersebut pada beberapa bagian cerita.
Walau berusaha untuk menerjemahkan jalan cerita menjadi modern, Hanny R Saputra tetap mempertahankan latar belakang waktu cerita berada pada kisaran daerah Sumatera Barat di tahun 1920-an. Disinilah dana produksi sebesar Rp25 miliar – mari tidak berdebat dengan pernyataan yang telah dikeluarkan pihak produser tentang jumlah total biaya produksi yang telah dikeluarkan untuk film ini – tersebut banyak digunakan. Tim produksi Di Bawah Lindungan Ka’bah memunculkan banyak properti yang akan memunculkan nuansa klasik daerah Sumatera Barat tersebut, mulai dari tata perkampungan Minang, pasar tradisional, tata kostum yang digunakan oleh setiap orang, bangunan surau dan sebuah kincir air – yang kemungkinan merupakan kincir air yang sama yang muncul pada film Hanny R Saputra sebelumnya, Love Story – hingga perekaan ulang suasana Mekkah lengkap dengan tiruan bangunan Ka’bah-nya. Cukup mampu bekerja dengan baik dalam membangkitkan suasana klasik tersebut, walaupun… dapat dipastikan bahwa tim produksi Di Bawah Lindungan Ka’bah masih menyimpan cukup banyak dana sisa produksi dari total bujet sebesar Rp25 miliar yang disediakan. Just saying.
Beberapa detil dalam penceritaan Di Bawah Lindungan Ka’bah – seperti penggunaan aksen Minang yang tidak konsisten di sepanjang film, dapat ditemukan walaupun tidak akan cukup mengganggu jika penonton tidak begitu menyadari hal tersebut. Namun, proses penceritaan film ini terasa lemah sekali di bagian pertengahan film, ketika karakter Hamid dikisahkan telah keluar dari kampung dan terus menerus digambarkan mengalami penderitaan yang mendalam akibat terpisah dari Zainab. Hanny gagal memberikan poin yang menarik dalam menampilkan sisi kepedihan karakter Hamid dan Zainab selama mereka terpisah. Ditampilkan dengan alur yang terlalu mendayu-dayu – sangat khas seorang Hanny R Saputra, tentunya – bagian ini menjadi begitu menjemukan untuk diikuti. Pun begitu, Hanny cukup berhasil dalam mengemas momen-momen drama tearjerker – sekali lagi, khas Hanny R Saputra, tentu saja – yang seringkali menjadi highlight tersendiri bagi Di Bawah Lindungan Ka’bah.
Herjunot Ali dan Laudya Chyntia Bella cukup mampu menghidupkan karakter mereka dengan baik di sepanjang film. Walaupun begitu, chemistry yang tercipta antara keduanya adalah sangat minim untuk dapat dirasakan penonton. Minimnya percikan daya tarik dari karakter Hamid dan Zainab sebagai pasangan kekasih cukup memberikan pengaruh pada kegagalan jalan cerita Di Bawah Lindungan Ka’bah dalam menjalin hubungan emosional yang mendalam pada penontonnya. Jajaran pemeran mendukung tampil tidak mengecewakan, dengan Jenny Rachman kembali hadir di industri film nasional dan tetap mampu memberikan permainan akting terbaiknya serta Tarra Budiman yang berperan sebagai sahabat Hamid yang sering muncul dan menyita perhatian.
Seperti film-film nasional lainnya yang memanfaatkan nuansa latar belakang daerah Indonesia sebagai bagian dari ceritanya, Di Bawah Lindungan Ka’bah juga memberikan penampilan sinematografi yang cukup memikat. Di bawah arahan Ipung Rachmat Syaiful, tampilan gambar Di Bawah Lindungan Ka’bah tampil mempesona dalam menangkap nuansa alami daerah Sumatera Barat. Tya Subiakto Satrio sendiri juga mengisi deretan tata musik di film ini. Cukup berhasil dalam memberikan kedalaman emosional cerita pada beberapa bagian, namun lebih sering terdengar megah dalam mendayu-dayu pada banyak bagian film.
Dengan menerapkan beberapa baris kisah baru yang diterapkan pada kisah legendaris Di Bawah Lindungan Ka’bah, film yang diharapkan akan mampu mengikuti kesuksesan Ayat-Ayat Cinta ini harus diakui akan banyak mengecewakan para penggemar novelnya. Versi film Di Bawah Lindungan Ka’bah sangat terasa begitu modern dalam penceritaannya terlepas dari usaha Hanny R Saputra untuk mempertahankan nuansa tahun 1920-an di sepanjang penceritaan film ini. Hasilnya, Di Bawah Lindungan Ka’bah lebih terkesan sebagai bagian dari deretan filmografi film-film romansa cengeng Hanny R Saputra daripada sebagai sebuah film yang mengadaptasi sebuah karya sastra bernuansa Islami legendaris. Departemen akting dan tata produksi tampil cukup dinamis, terlepas dari beberapa kekurangan yang muncul, namun karakterisasi yang lemah serta jalan cerita yang cenderung lamban dan bertele-tele membuat Di Bawah Lindungan Ka’bah gagal untuk tampil istimewa seperti yang diharapkan.

Bayi Dua Tahun Dililit Ular Piton

Liputan6.com, Sydney: Seorang bayi menderita luka-luka setelah dililit ular piton. Seperti yang dikutip dalam laman straitstimes, ular tersebut melilit bocah dua tahun tersebut yang sedang bermain di halaman belakang rumahnya, Sydney, Australia. "Saya mendengar jeritan anak saya, ketika saya datang, seekor ular telah menggigit kaki dan melilit tubuh anak saya," ujar ibu anak tersebut.
Melihat anaknya dalam kondisi bahaya, sang ibu langsung berteriak meminta pertolongan. Nyawa anak tersebut selamat setelah tetangga berdatangan untuk memberikan pertolongan. Ular berhasil dilepaskan dan sang anak langsung dibawa ke rumah sakit. Terdapat empat gigitan di kaki. Setelah pengobatan selama 24 jam, anak tersebut diperbolehkan pulang dari rumah sakit.(straitstimes/JUM)

80 Tahun Seorang Kakek Hidup dengan Peluru di Kepalanya

TRIBUNNEWS.COM - Ajaib. Mungkin itu kata-kata yang bisa menggambarkan apa yang dialami oleh kakek berusia 82 tahun asal Russia ini. Hampir seumur hidupnya, si kakek--yang tidak disebutkan namanya--hidup dengan sebutir peluru di sela-sela otaknya.
Seperti dilansir Dailymail, Jumat (30/12/2011), kakek itu ditembak di kepalanya saat ia masih berusia tiga tahun oleh seorang kakaknya. Namun saat itu, peluru yang ditembakkan tepat di bawah hidungnya, tak pernah diketahui kemana larinya.
Namun kini setelah hampir 80 tahun, misteri itu terpecahkan. Peluru tersebut ditemukan tepat di pertemuan antara otak, dengan tulang belakang miliknya.
Keberadaan peluru itu baru ditemukan setelah delapan puluh tahun kemudian, dokter yang merawat kakek itu untuk penyakit jantung koroner di pusat kardiologi Rusia melihat sebutir peluru di kepalanya, ketika melihat hasil CT Scan.
Dokter itu mengaku heran karena timah tersebut tidak meninggalkan tanda-tanda kerusakan saraf.
Menurut Dr Richard O'Brien, Juru bicara American College of Emergency Physicians, hal itu mungkin saja terjadi, karena proses regenerasi sel-sel tubuh. "Tubuh memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi, juga, anak-anak memiliki kemampuan besar untuk mengatasi kesulitan dan membangun kembali diri mereka sendiri ketika terluka," ujarnya.
Dr David Ross, seorang dokter gawat darurat di Rumah Sakit Penrose di Colorado Springs, memiliki pendapat berbeda. Menurutnya peluru ketika ditembakkan dari laras senjata api, berada dalam kecepatan tinggi, dan menghasilkan panas yang tinggi. Pada saat itu timah panas itu berada dalam keadaan steril, sehingga jika masuk ke dalam tubuh, minim kemungkinan akan menimbulkan infeksi.
"Karena mereka berkecepatan tinggi, mereka menghasilkan banyak panas. Karena panas, maka peluru tersebut steril sehingga tidak akan menimbulkan infeksi jika tetap di satu tempat selama bertahun-tahun," ucapnya.
Dokter di pusat kardiologi Rusia sendiri, menilai peluru itu tidak mengancam nyawa kakek tersebut, untuk itu mereka memutuskan tetap membiarkan peluru itu berada di tempatnya semula.


0 komentar:

 
Product by Kremov Pictures | Disbudpar Provinsi Banten - Visit Banten 2015 | Jawaranya Film Banten!