f 2016 ~ KREMOV PICTURES - Komunitas Film Banten dan Rumah Produksi

Sabtu, 31 Desember 2016

Meriahnya Friday Night Premiere Edelweiss

SERANG - Kremov Pictures meluncurkan film terbarunya berjudul Edelweiss, film ini sebelumnya telah meraih penghargaan official selection top ten di Police Movie Festival 2016, serta ditayangkan di Epicentrum XXI hingga tayang pula di Auckland, New Zealand. Dalam Premiere yang diselenggarkaan (Jumat malam, 30 Desember 2016) terlaksana dengan sangat meriah, penonton cukup antusias menyaksikan film yang berdurasi pendek ini.

Kremov Pictures mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh cast, crew, supporter, media dan tamu undangan yang telah antusias hadir untuk nonton bareng. Selamat Tahun Baru 2017, mari melangkah kreatif dengan semangat baru bersama Kremov Pictures. ini dia cuplikan singkat Friday Night Premiere Edelweiss:



Foto saat peresmian film, dihadiri oleh Irvan HQ (Biem.co)
Ita Sembiring (LA Indie Movie) dan Bripka Yogie Fahrisal (Kepolisian Resort Cilegon)
dan Darwin Mahesa (Sutradara)





Senin, 26 Desember 2016

Undangan Gala Premiere Edelweiss


FRIDAY NIGHT PREMIERE "EDELWEISS"

Hari/tanggal: Jumat, 30 Desember 2016 
Pukul: 18.30 - 21.00 WIB
Venue: Grand Amalia Convention Hall - Sambara Resto Serang (Jl. KH. Sulaeman No. 33 A, Blok Kelapa Dua, Serang Banten)
Dresscode: Semi Formal & Glamour
Detail Acara: Nonton bareng, Meet & Great Cast Crew Edelweiss

Daftar segera, hubungi: 087809375408 (ferly) 089658881219 (faiza)
Trailer :


*FREE Entry

Rabu, 14 Desember 2016

Darwin Mahesa Berkarya di New Zealand

New Zealandbiem.co -- Berada di negeri dengan pemandangan yang dramatis seperti dataran keemasan, pegunungan menjulang, dan lautan yang begitu eksotis sudah sejak lama menjadi mimpi sineas muda Darwin Mahesa. Siapa sangka konsistensi dan kerja kerasnya selama sembilan tahun di bidang perfilman membuka jalan baginya untuk belajar di New Zealand, tempat di mana banyak sekali film box office buatan Hollywood dikerjakan.
Pemuda kelahiran Cilegon, 21 Agustus 1992 itu terpilih untuk mengikuti program beasiswa ke New Zealand dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bersama 4 sineas muda Indonesia lainnya, yaitu Fiole Aditya (Malang), Fauzan Abdillah (Surabaya), Vani Dias (Jakarta), dan Andi Parulian (Sumatera). Tentu saja untuk mendapatkan kesempatan mengikuti program bertemakan "Cultural Activist"ini tidaklah mudah, ke-5 pemuda yang lolos sebelumnya harus bersaing dengan 1.100 orang pendaftar lainnya.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan yang baik ini, mudah-mudahan apa yang saya dapatkan di sana dapat bermanfaat untuk perkembangan industri perfilman di Indonesia. Yang pasti mimpi saya berkunjung ke kampung halaman middle‑earth kini terwujud sudah,” ujar Darwin.
Ditambahkan oleh Darwin, semenjak film The Lord of the Rings pertama dirilis, New Zealand dikenal sebagai 'Kampung Halaman Middle Earth’. Lebih dari 150 lokasi di negeri ini mewarnai berbagai film Hollywood seperti trilogi The Lord of the Rings dan The Hobbit
"Selain keindahan alam, pemerintah New Zealand sangat support dengan perfilman, bahkan sampai memberikan funding, mungkin itulah yang menjadi sebab Hollywoodbetah bikin film di negara ini, hingga perfilman industri dan indie menjadi sangat berkembang,” tutur sineas yang konsen mengangkat budaya dan tempat-tempat wisata di Provinsi Banten di setiap filmnya.
Selain belajar di Auckland University of Technology, Darwin Mahesa mengunjungi berbagai tempat study seperti Maori Televisi yang merupakan TV populer di Auckland, kemudian Weta Studio & Nga Taonga Sound Vision di Wellington, WHOA Studio Auckland, NZ Film Commission, Hobbiton Movie Set, dan tempat lainnya yang sangat menginspirasi.
“Di beberapa kesempatan saat mentoring dengan film makers New Zealand saya memutar film Jawara Kidul dan Edelweiss, mereka mengapresiasi. Saat ini pun saya sedang menggarap produksi short film di Auckland an Wellington dengan mengambil pemain dari Auckland University of Technology. Semua yang sedang saya lakukan menjadi pengalaman yang sangat menarik,” jelasnya.
Menurut Darwin Mahesa yang sudah menghasilkan 19 karya film ini bersama Kremov Pictures, dirinya berharap apa yang ia dapat di New Zealand dapat diterapkan di Indonesia.
"Banyak hal yang saya pelajari untuk dapat diaplikasikan di Banten khususnya dan memberi banyak masukan kepada pemerintah Indonesia agar lebih fokus mengembangkan SDM komunitas film indie di berbagai daerah. Ingat bahwa budaya, bahasa, bahkan alam Indonesia sangatlah kaya, film sebagai media rekam yang paling efektif wajib maju untuk menunjukkan semua itu kepada dunia," pungkasnya. (red)

Selasa, 01 November 2016

RILIS: OFFICIAL TRAILER EDELWEISS



EDELWEISS
an adapted short story by Ega Wahyu Ardyan
a film by Darwin Mahesa
COMING SOON - DECEMBER, 31 2016

1) Synopsis :
Pertemuan Edel dengan Uwais di sebuah kampus membuat mereka jatuh cinta, mengenal dan saling memiliki, hari-hari dijalani bersama hingga suatu saat Edel merasakan titik akhir bersama Uwais, namun Uwais tak begitu saja menerima takdir karena baginya cinta terhadap Edel merupakan keabadian seperti bunga Edelweiss. Dibawah mercusuar Uwais bersumpah “If anything happens to you, I will go crazy!” (Jika sesuatu terjadi denganmu, aku akan gila!) Saksikan selengkapnya.

2) Casts 
CICI WIDIA as EDEL | ADE KURNIAWAN as UWAIS  | TB. DIAN KURNAIWAN as VO UWAIS | AMIA as MERRY | BONDAN ADITYA as MIKO | DIAN N. PRAWIRANEGARA as LENA | RENALDY JP as ANTO | ANGGIE DALINA as INTAN | AHMAD MURSANI as DIO | JUJU JUMAIAH as MAMA | BRIGPOL YOGIE FAHRISAL as Polisi 1 | BRIGPOL IBNU ARIF as Polisi 2 | BRIGPOL EDIANTO as Polisi 3 | BRIGPOL A. SUHADI as Polisi 4 | BRIGPOL ANGGA as Polisi 5 | BRIPDA AFFANDI as Polisi 6 | BRIPDA DIKI N. SUBANDI as Polisi 7 | BRIPDA RADITYA N. as Polisi 8

3) Crew
written and directed by DARWIN MAHESA | story idea EGA WAHYU ARDYAN | director of photography RENDY HIDAYAT | music director
DELLA TENIA PUTRA | camera person RAMA OKIANDA PUTRA & M. ZAKY ASH SHIDDIEQI | ass. camera person ANTON SUTOMPUL | drone operator IMRON MULYANA “BOIM” | script continuity FAIZA AULIA KAMILA | ass. Director SUJAKA FAJAR & ENI SULASTERI | art director ABI HABIBI & FAHRUROJI | props builder decorator ENTIS SUTISNA & FERLY FITRI UTAMI | set dresser JAMILATUS SURIFAH | make-up and wardrobe RISKA ARINI, NADIA APNALARITA, DIANA YUNITA | chief lighting technicians ASIS MUSTOPA & MAMU MAJMUDIN | story supervisor JOEHENDI | music soundtrack & dubbing | DELLA TENIA PUTRA | editing offline DARWIN MAHESA & ADEY NADEN | behind The Scene RACHMAT SHALEH, M. ZAKY ASH SHIDDIEQI, DEDE ROBI NURALAM, DAELIMI | English translated ANDREY & SITI ROHMAH

4) Sponsors and supported
Horison Forbis Hotel - Coconut Island Carita - Rumah Rias Dian Yank - Kepolisian Resort Cilegon - Kepolisian Resort Pandeglang - Explore Pandeglang - Citra Garden BMW Cilegon - Rumah Smart - Willys Banten Community - CPC Dance Community - DPRD Provinsi Banten - Balai Taman Hutan Raya Banten - Banten Muda Community - Biem.co - Sanggar Ivanka - Randol - Raja Cendol - La Serly Salon - Redlight Acting Studios - Dinas Pariwisata Kab. Pandeglang - Damkar Kab. Pandeglang - Kaka Teteh Pandeglang  - English Student Association Untirta  - Suci Collection - Makeup & Hairdo - LA Indie Movie - AKBP Anwar Sunarjo (Kapolres Cilegon) - AKBP Widiatmoko (Kapolres Pandeglang) - Ibu Isna (Humas Polres Cilegon) - Bpk. Dimas Ariyatna (Humas Polres Cilegon) - Bpk. Yosep (Polres Cilegon) - Bpk. Bambang (Polres Pandeglang) - Pa De Ook (Willys Banten) - Bpk. Boim (Xplore Pandeglang) - Dede Azis Hidayat (Coconut Island) - Dwi Woro Anggraeni (Redlight Studio) - Ita Sembiring (LA Indie Movie) - DAN SELURUH KERABAT YANG MENDUKUNG

5) Award
TOP TEN - POLICE MOVIE FESTIVAL 2016

6) Original Soundtrack
Title : EDELWEISS - Performed by Alzasya - Composed by Darwin Mahesa - Arranged by Della Tenia Putra - Irvan Studio Record

7) Production Company
Kremov Pictures Banten Film Community & Production House
COPY RIGHT 2016
www.kremovpictures.com
+628179124399 / +6281218020292

Sabtu, 29 Oktober 2016

Behind The Scene Edelweiss

Perempuanku,  Kau hadir warnai hidup ini, Kau berikan kenangan manis dalam setiap langkah yang ku lalui, namun kau pula yang kini menyadarkan bahwa kita tak akan pernah bisa bersatu. Itulah sepenggal kalimat dalam dialog film Edelweiss yang akan rilis pada akhir tahun ini. Film bergenre drama-romance ini merupakan produksi Kremov Pictures yang ke-19 dan versi pendeknya telah meraih Top Ten di Police Movie Festival 2016. 

Behind The Scene Video PART 1 : 


Behind The Scene Video PART 2 : 


Photo Gallery :








































































 
Product by Kremov Pictures | Disbudpar Provinsi Banten - Visit Banten 2015 | Jawaranya Film Banten!