f 2013 ~ KREMOV PICTURES - Komunitas Film Banten dan Rumah Produksi

Rabu, 18 Desember 2013

Ini Dia Pemuda Inspiratif Bidang Seni Banten Muda Award 2013!

SERANG - Sutradara Film Ki Wasyid - Geger Cilegon 1888 Darwin Mahesa kembali menunjukkan prestasinya, pria kelahiran Cilegon, 21 Agustus 1992 ini meraih penghargaan "Pemuda Inspiratif Bidang Seni" dalam Event Banten Muda Awards 2013 yang diselenggarakan pada 08/12/2013 Pukul 19.00 Live di Studio Barayatv, dalam malam puncak tersebut terdengar kalimat dari pembawa Acara bahwa @darwinmahesa terpilih karena Konsisten, tidak hanya bergelut dibidang seni film, tapi juga aktif berkarya di bidang musik dan desain. Dalam Penghargaan Banten Muda tersebut selain Kategori Pemuda Inspiratif Bidang Seni, ada pula 4 Kategori lainnya yakni kategori Bidang Sosial, Budaya, Ekonomi dan Pendidikan. Dalam Biografi Darwin Mahesa sudah banyak karya-karya yang telah ia lahirkan bersama tim kreatif Kremov Pictures, seperti film, lagu-lagu soundtrack, jingle hingga desain. Namun ia memiliki prinsip untuk tetap rendah hati dalam setiap aktifitas yang ia lakukan. "Pemilihan pemuda inspiratif ini telah kami lakukan dengan seleksi yang sangat ketat hingga diskusi berkali-kali bersama tim penilai" ucap Irvan HQ - Ketua Banten Muda Award 2013 dalam sambutannya. "Alhamdulillah, Piala ini dipersembahkan untuk Kremov Pictures." ungkap Darwin Mahesa menutup kesan-pesan saat menerima piagam penghargaan di panggung Banten Muda Awards 2013.(red/22)
Photo's by Satrio.


Senin, 09 Desember 2013

Melalui JAFF 2013, Kremov Tunjukkan Karya Mengangkat Banten!

Yogyakarta - (JAFF 2013) Kremov Pictures mengutus 3 orang kru-nya untuk menghadiri event Jogja Asian Festival Film yang ke 8 (JAFF), acara bergengsi ini dimulai dari tanggal 2 sampai tanggal 7 Desember 2013 yang di hadiri oleh perwakilan komunitas film dari setiap daerah yang ada di Indonesia dan perwakilan Negara Se-Asia. Acara ini rutin diadakan setahun sekali. Kremov Pictures diberi kesempatan untuk mengisi salah satu rangkaian acara yang ada di JAFF (Jogja Asian Festival Film) dan mempersentasikan kegiatan yang telah Kremov lakukan di ranah Banten, serta sharing berbagi pengalaman dengan komunitas-komunitas lain yang ada di Jogja Asian Festival Film. Presentasi dari Kremov Pictures mendapatkan apresiasi dan tanggapan yang sangat positif dari panitia serta kawan-kawan komunitas lain yang ada di acara ini.

"Kremov Pictures ini unik dan memiliki karakter tersendiri yang tidak dimilki oleh komunitas-komunitas lain, mereka mampu memproduksi dan mendistribusikan filmnya dengan sangat baik, yang sangat jarang dimilki oleh komunitas-komunitas yang ada di Indonesia khususnya". Tutur Yani sebagai panitia JAFF - Forum Komunitas.

Faktanya ternyata komunitas film di Indonesia rata-rata hanya ahli dalam memproduksi film dan bingung untuk mendistribusikannya, tapi tidak dengan Kremov, Kremov Pictures mampu mendistribusikan film melalui pemutaran-pemutaran film Roadshow di berbagai sekolah-sekolah yang ada di Banten serta bisa menayangkan film di 21 cilegon untuk masyarakat Banten, dan Kremov berhasil menjadi contoh untuk itu. Kremov Pictures juga mendapatkan space time atau waktu khusus untuk berdiskusi dengan sutradara ternama di Indonesia seperti Garin Nugroho, Hanung Brahmantyo, dan Ifa Isfansyah.

"Forum Komunitas Film yang ada di Indonesia harus di support karena komunitas ini merupakan wajah-wajah asli dunia film yang ada di Indonesia". Ungkap Garin Nugroho sang Presiden JAFF dalam obrolan hangat bersama Kremov Pictures. Bukan hanya sutradara lokal yang terkenal, Kremov Pictures juga sempat berdiskusi dengan sutradara Film berjudul "Hanyut" dari Malaysia yang filmnya di putar pada pembukaan Jogja Asian Festival Film (JAFF). Kremov Pictures yang mengirimkan tiga orang perwakilan Banten untuk ke Jogja yakni Darwin Mahesa sebagai ketua Kremov Pictures, Gilang Romadhon sebagai Crew Film, dan Satriyo Nugroho sebagai Crew dan dokumentasi. Ketiga perwakilan Kremov ini mendapatkan fasilitas khusus yang telah disiapkan oleh panitia seperti penginapan di Hostel, serta transportasi untuk mengikuti beragam kegiatan yang telah di rangkai oleh panitia. 

Selain itu team Kremov Pictures memilki agenda khusus tersendiri yang tidak dilakukan oleh komunitas-komunitas lainnya yaitu berkunjung ke tempat wisata dan budaya yang ada di daerah Jogja dan Jawa Tengah. "Menurut kami ini merupakan kesempatan bagus untuk berkunjung dan mengenal lebih dalam tempat wisata dan budaya yang ada di daerah Jogja dan Jawa tengah, serta mengambil pelajaran untuk bekal di Banten" Papar Darwin dengan gaya khasnya. "Ternyata budaya dan pariwisata di daerah Jogja itu masih sangat kuat dan melekat kental pada setiap pribuminya, mereka sangat menjunjung tinggi budaya yang mereka miliki, inilah yang seharusnya kita miliki juga sebagai warga Banten" ungkap Gilang Crew Kremov sebagai Assisten Ketua. Mereka ini sangat terkesan dengan pemandangan dan suasana khas kota Jogja dan Jawa tengah. Mereka juga punya harapan, Banten bisa seperti Jogja yang masih mampu mempertahankan adat istiadat dan budaya yang kental di setiap sudut kota. Sesuai dengan visi dan misi Kremov yaitu ingin memajukan Budaya dan Pariwisata. "Lain kali kalo ada kesempatan kami ingin balik lagi kesini bersama teman-teman Kremov lainnya, semoga saja". Ucap Satriyo dengan mendokumentasikan beragam budaya Jogja.(07/12-Gilang)

Rabu, 27 November 2013

Menghadiri Festival Film Se-Asia (JAFF 2013), Kremov Siap Meluncur Ke Jogja!

Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), yang mengkhususkan diri pada sinema Asia, akan menggelar edisi ke-8 pada 28 November-7 Desember 2013. Program pemutaran film, seminar, dan diskusi, akan diselenggarakan di Empire XXI, Taman Budaya Yogyakarta, Lembaga Indonesia-Prancis, dan beberapa kampung di Yogyakarta. JAFF akan memutar 80 film yang terdiri dari 37 film panjang dan 43 film pendek.
Kali ini JAFF mengusung tema Altering Asia sebagai upaya mengajak sineas Asia untuk membaca kembali “keaslian” Asia di tengah berbagai perubahan dan pandangan tentang Asia itu sendiri. Semakin banyaknya prestasi yang diraih pembuat film Asia di beberapa festival film dunia, memunculkan tantangan bagi sineas Asia untuk keluar dari kecenderungan perspektif masyarakat Barat dalam melihat Asia, dan bisa membawa cara pandang baru.

Setiap tahunnya, JAFF juga menjadi ajang bertemu para penggiat komunitas film lewat kegiatan Forum Komunitas. Pada forum ini, masing-masing komunitas berkesempatan untuk berbagi tentang perkembangan komunitasnya. Tahun ini, beberapa komunitas yang akan hadir di JAFF adalah komunitas film Palu, Jember, Medan, Banten, Bandung, Solo dan Yogyakarta sebagai tuan rumah. Tentunya Komunitas Film dari Banten adalah Kremov Pictures yang terpilih untuk mempresentasikan dalam forum Komunitas. seperti dalam perkenalan utama dalam situs resmi JAFF 2013 menerangkan "Kaleidoscope Creative Movie Pictures or fondly called as KREMOV is a film community which live in Cilegon and Serang. Founded on June 15, 2007, and currently have of 30 active members that consist of students, and artists, who studied study movies, music and photography. So far, Kremov has been produced 15 films. Kremov vision is to build young people with artistic talent offerings especially in the field of cinema or other entertainment media using creativity that characterized the culture and tourism."

Menurut Lija Anggraheni, manager organizer JAFF 2013, mengatakan bahwa "Dalam kegiatan ini ada 3 komunitas terpilih di Indonesia yang diundang secara resmi untuk terlibat dalam festival film se-Asia yakni Palu, Jember dan tentunya Kremov dari Banten." Hal ini menjadi suatu semangat untuk team Kremov yang telah diberikan kesempatan terlibat dalam festival film se-Asia. Darwin Mahesa, ketua umum Kremov Pictures sekaligus sutradara film Ki Wasyid dalam twitternya @darwinmahesa mengatakan : "Alhamdulillah Banten perlahan-lahan mulai dilirik perkembangannya dalam kancah perfilman nasional. Hal ini tidak luput dari aksi komunitas film Banten untuk konsisten berkarya mengangkat budaya dan pariwisata daerahnya. Komunitas film Banten Kremov Pictures akan melakukan pertemuan besar dgn komunitas film Palu, Jember, Medan, Bandung, Solo dan Jogja. Pertemuan antar komunitas terpilih tersebut akan dilakukan dalam event Festival Film se-Asia yang dilaksanakan di Jogja. Selain pembahasan mengenai perkembangan komunitas film di masing2 daerah, juga akan diskusi perkembangan film se-Asia. Hal ini menjadi suatu prestasi untuk Kremov  sebagai komunitas film Banten yang terpilih untuk maju persentasi skala nasional. Tak hny nasional, event ini adalah skala asia yang menghadirkan film-maker dari negara2 asia seperti India, Singapore dll. Semoga ini jalan utk menunjukkan semangat kita sbg generasi muda yang pantang menyerah dalam berkarya mengangkat daerah. Dalam event festival film asia ini mari kita tunjukkan betapa indahnya daerah Banten dengan budaya religi dan sejarahnya. Tidak lupa kita harus katakan pada dunia bahwa impian kita bukan hanya sekedar tulisan atau ucapan tapi sebuah tindakan!" ucapnya jelas.

Tim Kremov Pictures yang mewakili Banten akan siap meluncur ke Jogja awal Desember 2013 ini. "Sangat Bersyukur, ini kesempatan kita untuk menunjukkan karya kita, apalagi eventnya se-Asia jadi kita harus menunjukkan yang terbaik." ungkap Satrio, bidang pemasaran Kremov Pictures.
Penyelenggaraan JAFF tahun ini juga didukung berbagai lembaga seperti Korean Culture Centre, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, LOCFEST, dan Djarum Bakti Budaya. Untuk informasi lengkap mengenai JAFF, kunjungi situs resmi JAFF.
(sumber berita : filmindonesia.or.id / twitter.com / Jaff-filmfest.org / dm-red)


Yogyakarta - (JAFF 2013) Kremov Pictures mengutus 3 orang kru-nya untuk menghadiri event Jogja Asian Festival Film yang ke 8 (JAFF), acara bergengsi ini dimulai dari tanggal 2 sampai tanggal 7 Desember 2013 yang di hadiri oleh perwakilan komunitas film dari setiap daerah yang ada di Indonesia dan perwakilan Negara Se-Asia. Acara ini rutin diadakan setahun sekali. Kremov Pictures diberi kesempatan untuk mengisi salah satu rangkaian acara yang ada di JAFF (Jogja Asian Festival Film) dan mempersentasikan kegiatan yang telah Kremov lakukan di ranah Banten, serta sharing berbagi pengalaman dengan komunitas-komunitas lain yang ada di Jogja Asian Festival Film. Presentasi dari Kremov Pictures mendapatkan apresiasi dan tanggapan yang sangat positif dari panitia serta kawan-kawan komunitas lain yang ada di acara ini.
"Kremov Pictures ini unik dan memiliki karakter tersendiri yang tidak dimilki oleh komunitas-komunitas lain, mereka mampu memproduksi dan mendistribusikan filmnya dengan sangat baik, yang sangat jarang dimilki oleh komunitas-komunitas yang ada di Indonesia khususnya". Tutur Yani sebagai panitia JAFF - Forum Komunitas.
Faktanya ternyata komunitas film di Indonesia rata-rata hanya ahli dalam memproduksi film dan bingung untuk mendistribusikannya, tapi tidak dengan Kremov, Kremov Pictures mampu mendistribusikan film melalui pemutaran-pemutaran film Roadshow di berbagai sekolah-sekolah yang ada di Banten serta bisa menayangkan film di 21 cilegon untuk masyarakat Banten, dan Kremov berhasil menjadi contoh untuk itu. Kremov Pictures juga mendapatkan space time atau waktu khusus untuk berdiskusi dengan sutradara ternama di Indonesia seperti Garin Nugroho, Hanung Brahmantyo, dan Ifa Isfansyah.
"Forum Komunitas Film yang ada di Indonesia harus di support karena komunitas ini merupakan wajah-wajah asli dunia film yang ada di Indonesia". Ungkap Garin Nugroho sang Presiden JAFF dalam obrolan hangat bersama Kremov Pictures. Bukan hanya sutradara lokal yang terkenal, Kremov Pictures juga sempat berdiskusi dengan sutradara Film berjudul "Hanyut" dari Malaysia yang filmnya di putar pada pembukaan Jogja Asian Festival Film (JAFF). Kremov Pictures yang mengirimkan tiga orang perwakilan Banten untuk ke Jogja yakni Darwin Mahesa sebagai ketua Kremov Pictures, Gilang Romadhon sebagai Crew Film, dan Satriyo Nugroho sebagai Crew dan dokumentasi. Ketiga perwakilan Kremov ini mendapatkan fasilitas khusus yang telah disiapkan oleh panitia seperti penginapan di Hostel, serta transportasi untuk mengikuti beragam kegiatan yang telah di rangkai oleh panitia. 
Selain itu team Kremov Pictures memilki agenda khusus tersendiri yang tidak dilakukan oleh komunitas-komunitas lainnya yaitu berkunjung ke tempat wisata dan budaya yang ada di daerah Jogja dan Jawa Tengah. "Menurut kami ini merupakan kesempatan bagus untuk berkunjung dan mengenal lebih dalam tempat wisata dan budaya yang ada di daerah Jogja dan Jawa tengah, serta mengambil pelajaran untuk bekal di Banten" Papar Darwin dengan gaya khasnya. "Ternyata budaya dan pariwisata di daerah Jogja itu masih sangat kuat dan melekat kental pada setiap pribuminya, mereka sangat menjunjung tinggi budaya yang mereka miliki, inilah yang seharusnya kita miliki juga sebagai warga Banten" ungkap Gilang Crew Kremov sebagai Assisten Ketua. Mereka ini sangat terkesan dengan pemandangan dan suasana khas kota Jogja dan Jawa tengah. Mereka juga punya harapan, Banten bisa seperti Jogja yang masih mampu mempertahankan adat istiadat dan budaya yang kental di setiap sudut kota. Sesuai dengan visi dan misi Kremov yaitu ingin memajukan Budaya dan Pariwisata. "Lain kali kalo ada kesempatan kami ingin balik lagi kesini bersama teman-teman Kremov lainnya, semoga saja". Ucap Satriyo dengan mendokumentasikan beragam budaya Jogja.(07/12-Gilang)

 




Rabu, 06 November 2013

KOMPAS TV : Kremov Pictures, Anak Muda Penuh Inspirasi !

SERANG - Kompas.TV - Komunitas Film Banten, Kremov Pictures yang memiliki sekretariat di Jl. KH. Djamhari Kaloran Masjid Gedong Serang - Banten ini gencar dalam pemberitaan media, seperti Kompas Tv yang merupakan salah satu partner kremov, dikatakan dalam wawancara Megapolitan Kompas Tv bahwa Kremov Pictures merupakan komunitas yang memperkenalkan budaya Banten melalui film kreatif. Segudang prestasi yang telah diraih tidak membuat mereka puas begitu saja, namun tim yang beranggotakan hingga 200 orang ini terus berkarya dengan konsep khas budaya dan pariwisata, mereka memiliki motto yang sangat unik seperti BERBUM : Berkualitas, Berkarakter, Unik dan Menarik.(ganis/KTV)

Mari kita lihat berita-nya klik : MEGAPOLITAN - KOMUNITAS FILM BANTEN


 

Senin, 21 Oktober 2013

Film KI WASYID Juara Umum Nasional FVE-2013 KEMENDIKBUD RI !

JAKARTA, BCO - beritacilegon.com - Film Ki Wasyid yang digarap oleh Kremov Pictures, komunitas film Banten telah membuktikan prestasinya, setelah sukses Premiere pada 25 September 2013 lalu di Bisokop 21 Cilegon serta sukses menggelar Gebyar film pada 28 September 2013, kini Ki Wasyid kembali sabet Juara Umum Nasional Tingkat III dalam Festival Video Edukasi 2013 yang diadakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 
Film yang diangkat dari sejarah perjuangan pahlawan Geger Cilegon 1888 ini, bersaing dengan 20 finalis yang telah masuk seleksi se-Indonesia. Festival yang telah dinanti-nantikan sejak bulan Agustus ini mendapat hasil yang membuat tim Kremov Pictures menysukurinya.

“Alhamdulillah Film Ki Wasyid meraih 3 Besar Juara Umum FVE 2013, itu merupakan pencapaian yang tidak mudah bagi kami, banyak sekali proses dalam film yang sangat sulit,namun kami bisa melaluinya dengan segala keterbatasan, dan hasilnya semoga bisa memotivasi kalangan muda-mudi Banten unuk menjunjung dan mengangkat daerahnya terutama bidang film,ungkap Darwin Mahesa, sutradara film Ki Wasyid melalui realisenya yang dikirim ke-redaksi BCO.

Film Ki Wasyid telah direncanakan akan roadshow dengan tema pemutaran & diskusi film untuk 5 kota di Banten, seperti di Cilegon, Serang, Pandeglang, Lebak dan Tangerang.

“Insya Allah film Ki Wasyid akan roadshow bulan November hingga Desember, kami mohon doanya.” Ujar Gilang Romadhon, ketua premiere film Ki Wasyid.(*Juki San)

Info resmi festival :

Kamis, 03 Oktober 2013

Kompas TV News : Film Ki Wasyid dan 'Kebangkitan' Sejarah!

Lihat Video Megapolitan Kompas TV :

Klik : FILM KI WASYID PREMIERE DI 21 CILEGON !

Bantenhits.com - SERANG (Foto: Dokumen Kremov Preview Menjelang Pemutaran Film Perdana) Di tengah pesatnya gempuran pengaruh budaya pop terhadap kalangan anak muda jaman sekarang, sedikit sekali--kalau tidak mau dibilang tidak ada--anak muda yang tertarik dengan sejarah. Anak jaman sekarang lebih mengetahui tahun pembentukan boy band yang sedang populer, ketimbang tahun-tahun bersejarah di tanah kelahirannya.

Inilah tugas berat yang harus dipikul oleh semua kalangan, mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi, dan kalangan profesi. Karena seperti yang pendiri republik ini sampaikan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Bangsa yang menghargai perjuangan para pahlawannya.
Semangat inilah yang sedang dibangun oleh Badan Perpustakaan Daerah Propinsi Banten yang bekerjasama dengan Kremov Picture, sebuah rumah produksi yang melahirkan film sejarah Ki Wasyid dengan latar belakang Geger Cilegon 1888.

Senin (23/9/2013), bertempat di lantai dua, ruang audio visual, Perpustakaan Daerah Propinsi Banten, Jalan Pakupatan Serang, diskusi mengenai film Ki Wasyid digelar. Darwin Mahesa, sang sutradara film tersebut dihadirkan sebagai narasumber sekaligus penyaksi kebangkitan semangat kolektif untuk menghargai sejarah masa lalu di Banten.

"Generasi muda Banten saat ini lupa sejarahnya sendiri, diharapkan dengan film ini mereka paham siapa Ki Wasyid," kata Darwin Mahesa.

Sementara Sulaiman Djaya, budayawan dan penyair Banten mengatakan, peristiwa Geger Cilegon bukan hanya menceritakan soal pemberontakan, setidaknya ada dua sebab psikologis yang memicunya.

Pertama adalah peristiwa penembakan kerbau-kerbau Ki Wasyid. Kedua peristiwa seorang istri penguasa Belanda, van Goebl yang sedang sakit gigi mengeluh karena merasa terganggu oleh suara azan.

"Lalu Van Goebl memaki muazin dan bertanya dengan bengis, apakah Tuhan kalian tuli sampai kalian harus berteriak-teriak memanggilnya?" kata Sulaiman Djaya.

Berbeda dengan Darwin Mahesa dan Sulaiman Djaya, Farid Ibnu Wahid, salah seorang aktor Teater Studio Indonesia yang pernah menggarap isu yang sama dalam pertunjukan "Bicaralah Tanah" mengapresiasi karya film Kremov Pictures.

Film Ki Wasyid ditayangkan di studio 21 Cilegon pada tanggal 25 september 2013 untuk undangan, dan umum bisa menyaksikan pada tanggal 28 September 2013.
Sejarah baru memang harus dibangun lewat sejarah-sejarah sebelumnya. Semoga bangsa ini menjadi besar oleh generasi yang menghargai sejarah....(Rus)

BCO News : Film Ki Wasyid Sukses Diputar di Studio 21 Cilegon!

Berita Cilegon Online - CILEGON, BCO - Ratusan masyarakat Cilegon yang terdiri dari pelajar, pegawai, karyawan BUMD, maupun ibu rumah tangga ramai-ramai menonton gala primiere film Ki Wasyid di Studio 21 Ramayana Mall Cilegon, Rabu 25 September 2013.

Hadir dalam kesempatan itu Asda II  yang juga Plt. Kadisbudpar Provinsi Banten M.Husni Husaen, Kadisbudpar Cilegon Bukhari, Wakil Ketua DPRD Cilegon Amal Irfanudin, Kadindik Muhtar Gojali, serta sejumlah pejabat eselon II, III dan ratusan penonton lainnya.

Darwin Mahesa sutradara Film Ki Wasyid dalam sambutannya mengatakan, Kremov Picture berdiri sejak tahun 2007 dan telah menghasilkan 15 karya film.

"Ini adalah sebagai pembuktian kepada publik dan pemerintah daerah agar mendukung pemuda dan pemudi Banten yang berprestasi dalam mengangkat kebudayaan dan pariwisata Banten," kata Darwin.

Budaya dan pariwisata, lanjut Darwin, merupakan salah satu aset penting dalam pembangunan Provinsi Banten. Dewasa ini generasi muda sudah akrab dengan tekhnologi, sehingga ada beberapa generasi yang terkadang malas untuk membaca buku, sehingga mencari tahu tentang suatu hal dengan cara instan.

"Ide pembuatan film Ki Wasyid Pahlawan Geger Cilegon 1888 sebagai tujuan mengenalkan kepada generasi muda bahwa Ki Wasyid adalah tokoh pejuang yang bukan hanya di Kota Cilegon saja, akan tetapi juga sebagai tokoh perjuangan nasional. Kami juga akan memutar lagi filmnya pada hari Sabtu 28 September nanti," kata Darwin.

Kadisbudpar Cilegon H.Bukhari, usai menonton film tersebut  memberikan apresiasi kepada anak muda dnegan karya-karyanya.
"Saya salut dan memberikan apresiasi kepada anak muda Banten dan Cilegon khususnya. Dengan film berdurasi pendek dan peralatan sederhana mampu memukau penonton. Kami berharap, Kremov Picture bisa membuat film berdurasi panjang. Dan kami juga menhimbau kepada masyarakat Cilegon agar menonton film Ki Wasyid yang merupakan film sejarah agar bisa menjadi contoh dan suritauladan kepahlawanan Ki Wasyid," tutur Bukhori.

Sementara itu salahsatu penonton, sebut saja ibu Siska Fitria Guru SMA Muhamadiyah Cilegon, usai menyaksikan film Ki Wasyid dengan siswa- siswinya berpendapat, film tersebut sangat menarik.
"Saya bersama delapan murid dan dua guru lainnya sengaja menonton film ini, karena film ini sangat menarik. Dari film ini kami bisa mendapat pengetahuan tentang sejarah, bahwa Kota Cilegon mempunyai pahlawan. Anak-anak cukup bangga dan antusias sekali," katanya. (*)

Penulis
Jeo Sutanto

Kabar Banten News : Dewan Apresiasi Film Ki Wasyid !

Kabar Banten - CILEGON, (KB) - Kalangan anggota dewan dan pejabat Pemkot Cilegon, mengaku bangga dengan diproduksinya Film Ki Wasyid, pahlawan Geger Cilegon 1888. “Kami bangga dengan diputarnya film sejarah perjuangan ini,” kata H. Syihabudin Sidik, anggota DPRD Kota Cilegon, seusai menonton Film Ki Wasyid, Rabu (25/9). Anggota dewan asal daerah Ciwandan itu, menyatakan sepenuhnya mendukung sekaligus mengapresiasi para pemuda kreatif yang berhasil melahirkan film tersebut.
Dukungan dan apresiasi atas produksi Film Ki Wasyid juga disampaikan Kepala Disbudpar Cilegon Bukhari, seusai menonton film ini memberikan apresiasi atas pembuatan film yang dilakukan generasi muda Banten tersebut.
“Kami berharap, kreatif movie (Kremov) bisa membuat film berdurasi panjang. Dan kami juga mengimbau kepada masyarakat Cilegon agar menonton film sejarah ini," ungkap Bukhori.
Yang lebih membanggakan lagi, menurut dia, produksi film tersebut, merupakan hasil kreativitas pemuda putra daerah.
Seperti diketahui, ratusan masyarakat Cilegon sangat antusias menonton film Ki Wasyid yang tayang perdana di Studio 21 Ramayana Mall Cilegon, Rabu (25/9/2013). Pada pemutaran film produksi Kremov Picture tersebut terlihat juga nonton bareng Asda II Provinsi Banten sekaligus Plt Kepala Disbudpar Banten M. Husni Hasan, Kepala Disbudpar Cilegon Bukhori, Wakil Ketua DPRD Cilegon Amal Irfanudin, serta sejumlah pejabat Pemkot Cilegon dan Pemprov Banten lainnya.
Darwin Mahesa, sutradara film Ki Wasyid dalam sambutannya mengatakan, diproduksinya film ini sebagai pembuktian kepada instansi atau pemerintah agar mendukung pemuda Banten yang berprestasi dalam mengangkat kebudayaan dan pariwisata. Karena budaya dan pariwisata merupakan salah satu aset penting dalam pembangunan daerah.
Ia mengatakan, dewasa ini generasi muda sudah akrab dengan teknologi sehingga ada beberapa generasi yang terkadang malas untuk membaca buku sehingga mencari tahu tentang suatu hal dengan cara instan. “Ide pembuatan film Ki Wasyid Pahlawan Geger Cilegon 1888 untuk mengenalkan kepada generasi muda bahwa Ki Wasyid adalah tokoh pejuang kemerdekaan,” ujarnya. “Kita juga akan memutar lagi filmnya pada Sabtu 28 September nanti,” kata Darwin seraya menjelaskan Kremov berdiri sejak tahun 2007 dan telah menghasilkan 15 film. (H-33)***

Banten Pos News : Film Ki Wasyid Di Putar!

Banten Pos - CILEGON - Sepasang remaja sedang melihat poster Film Pejuang Geger Cilegon 1888, Ki Wasyid di Bioskop 21 Ramayana Cilegon, Rabu (25/9). Pada launching perdana film tersebut, bioskop satusatunya di Kota Cilegon tersebut dipenuhi pelajar dan tamu undangan. Para pelajar mengaku baru tahu jika Ki Wasyid, merupakan pahlawan asal Cilegon.
CILEGON, BP - Ratusan warga Kota Cilegon begitu antusias menyaksikan pemutaran film pendek pejuang banten, Ki Wasyid di Bioskop 21 Ramayana Mall Cilegon, Rabu (25/9). Namun dibalik pemutaran film peristiwa Geger Cilegon  yang berdurasi 18 menit tersebut, banyak diantara penonton yang sebagain besar adalah pelajar tidak mengenal dan mengetahui sejarah perjuangan Ki Wasyid.
Aulia, Salah satu siswa SMU 2 KS, mengaku selama ini tidak pernah diajarkan sejarah perjuangan pahlawan-pahlawan Banten di sekolahnya. " Di sekolah di kurikulum mata pelajaran sejarah tidak ada yang mengajar atau memberi pengetahuan sejarah pejuang Banten,” ungkapnya.
Ia mendapatkan sedikit pengetahuan tentang sejarah pejuang Banten hanya dari buku bacaan yang ada di perpusatakaa nsekolah saja "Saya malah tahu sejarah pejuang Banten seperti Ki Wasyid hanya dari buku-buku yang ada di perpustakaan. Sama juga pejuang-pejuang banten lainnya,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Niskri, salah seorang pelajar yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama di Cilegon. Bahkan ia mengaku baru tahu ada pahlawan bernama Ki Wasyid dari pemutaran filamnya sekarang ini. “Di sekolah tidak diajarkan, dan ini baru saya tahu kalau Ki Wasyid itu pejuang Banten. Dar iCIlegon lagi,” jelasnya.
Saat ditanyai Banten Pos mengenai keberadaan makam Ki Wasyid, dirinya tak kuasa menjawab dengan jawaban yang salah. "Makam Ki Wasyid ada di Pandeglang, mas," terangnya.
Sementara itu, Darwin Mahesa sutradara Film Ki Wasyid yang juga motor Kremov Picture mengungkapkan, pemutaran film Ki Wasyid Pahlawan Geger Cilegon 1888 dimaksudkan sebagai suatu bentuk pengenalan sejarah kepada generasi muda, bahwa ki wasyid adalah tokoh perjuangan yang bukan hanya di Kota Cilegon, tapi juga sebagai tokoh perjuangan nasional. "Dewasa ini generasi muda sudah akrab dengan teknologi. Sehingga ada beberapa generasi yang terkadang malas untuk membaca buku dan mencari tahu tentang suatu hal dengan cara instan. Pembuatan film Ki Wasyid ini merupakan satu pengenalan pengetahuan sejarah, kalau di Banten ada yang memperjuangkan aspirasi masyarakat pada zamannya,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cilegon, Bukhari memberikan apresiasi kepada anak muda Cilegon karena sudah mengenalkan tokoh pejuang Cilegon lewat film berdurasi pendek. Meskipun menggunakan peralatan sederhana, namun mampu memukau penonton. “Kami berharap, kreatif movie (kremov) bisa membuat film berdurasi panjang. Dan kami juga mengimbau kepada masyarakat Cilegon agar menonton film Ki Wasyid agar bisa menjadi tuntunan,” ungkapnya. (NAL/ZAL/IGO)

Radar Banten News : Warga Antusias Nonton Film Ki Wasyid !

Radar Banten News - CILEGON - Ratusan masyarakat Cilegon sangat antusias menonton film Ki Wasyid yang tayang pedana di Studio 21 Ramayana Mall Cilegon, Rabu(25/9/2013). Pantauan radarbanten.com pada pemutaran film produksi Kremov Picture tersebut terlihat Asda II Provinsi Banten sekaligus Plt Kepala Disbudpar Banten M Husni Hasan, Kepala Disbudpar Cilegon Bukhari, Wakil Ketua DPRD Cilegon Amal Irfanudin, serta sejumlah pejabat Pemkot Cilegon dan Pemprov Banten lainnya.

 "Ini adalah sebagai pembuktian kepada instansi atau pemerintah agar mendukung pemuda Banten yang berprestasi dalam mengangkat kebudayaan dan pariwisata. Karena budaya dan pariwisata merupakan salah satu aset penting dalam pembangunan daerah. Dewasa ini generasi muda sudah akrab dengan teknologi sehingga ada beberapa generasi yang terkadang malas untuk membaca buku sehingga mencari tahu tentang suatu hal dengan cara instant. Ide pembuatan film Ki Wasyid Pahlawan Geger Cilegon 1888 untuk mengenalkan kepada generasi muda bahwa Ki Wasyid adalah tokoh perjuangan. Kita juga akan memutar lagi filmnya pada Sabtu 28 September nanti," ujar Darwin Mahesa, sutradara film Ki Wasyid dalam sambutannya.

Dikatakan, Kremov berdiri sejak tahun 2007 dan telah menghasilkan 15 film.

Kepala Disbudpar Cilegon Bukhari, usai menonton film ini memberikan apresiasi kepada pembuatan film yang dilakukan generasi muda Banten tersebut. “Kami berharap, kreatif movie (Kremov) bisa membuat film berdurasi panjang. Dan kami juga mengimbau kepada masyarakat Cilegon agar menonton film sejarah ini," ungkap Bukhori. (SEFRINAL PUTRA)

Selasa, 17 September 2013

Di Banten, inilah film lokal pertama yang tembus ke Bioskop !

 
Di Banten, inilah film Lokal Pertama yang tembus ke Bioskop!

"Berjuanglah inilah langkah awal membuktikan pada dunia bahwa kita harus berani bermimpi, ingat! Merah Putih ditangan kananmu, Kain Kafan ditangan kirimu!" - KH. Mansyur Muhyiddin (Keluarga Besar Ki Wasyid)  

"Dukungan penuh untuk Kremov Pictures, dengan menciptakan film Ki Wasyid itu sangat luar biasa! Kita harus terus mendukung kreatifitas pemuda-pemudi Banten" - H. Tb. Iman Ariyadi (Walikota Cilegon)

INFO :
KREMOV PICTURES mempersembahkan
GALA PREMIERE & GEBYAR FILM KI WASYID
IKUTI & SAKSIKAN PADA 25 & 28 SEPTEMBER 2013
DI BIOSKOP 21 CILEGON
Ticket Terbatas!

GALA PREMIERE :
Peresmian Film Bersama Walikota Cilegon, Gubernur Banten, dan Khusus Tamu Undangan.
Rabu, 25 September 2013
STUDIO 1 – 21 CILEGON

GEBYAR FILM :
Pemutaran Film KI WASYID Reguler untuk umum:
Sabtu, 28 September 2013
STUDIO 3 – 21 CILEGON
Season 1 : 09.15 HTM. 20.000
Season 2 : 10.20 HTM. 20.000
Season 3 : 11.25 HTM. 20.000

Ticket Terbatas! Segera Dapatkan Ticketnya Sebelum Tanggal 25 September 2013. Hanya di :
1-Mandiri FM (Gedung Plaza Mandiri – Matahari Lama Cilegon)
2-Harmoni FM (Legok Serang)
3-Untirtamart (Minimarket Kampus Untirta Serang)

Atau bertemu langsung dengan panitia :
LIA : 087773170677 – GILANG : 087741016861 – UMU : 087772737719

FB : Kremov Pictures
Blog : kremovpictures.blogspot.com
Twitter : @KREMOVPICTURES
Email : kremovpictures@yahoo.com

*Acara ini di dukung oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Cilegon dan sponsroship lainnya.

Minggu, 08 September 2013

Info Resmi Gala Premiere & Gebyar Film Ki Wasyid ! Ayo Saksikan...

KREMOV PICTURES mempersembahkan
GALA PREMIERE & GEBYAR FILM KI WASYID
IKUTI & SAKSIKAN PADA 25 & 28 SEPTEMBER 2013
DI BIOSKOP 21 CILEGON
Ticket Terbatas!














GALA PREMIERE :
Peresmian Film Bersama Walikota Cilegon, Gubernur Banten, dan Khusus Tamu Undangan.
Rabu, 25 September 2013
STUDIO 1 – 21 CILEGON

GEBYAR FILM :
Pemutaran Film KI WASYID Reguler untuk umum:
Sabtu, 28 September 2013 
STUDIO 3 – 21 CILEGON

Season 1 : 09.15                HTM. 20.000
Season 2 : 10.20                HTM. 20.000 
Season 3 : 11.25                HTM. 20.000 

Ticket Terbatas! Segera Dapatkan Ticketnya Sebelum Tanggal 25 September 2013. Hanya di :
1-Mandiri FM (Gedung Plaza Mandiri – Matahari Lama Cilegon)
2-Harmoni FM (Legok Serang)
3-Untirtamart (Minimarket Kampus Untirta Serang)

Atau bertemu langsung dengan panitia                 :
LIA : 087773170677 – GILANG : 087741016861 – UMU : 087772737719

FB : Kremov Pictures
Blog : kremovpictures.blogspot.com
Twitter : @KREMOVPICTURES
Email : kremovpictures@yahoo.com

*Acara ini di dukung oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Cilegon

Sabtu, 07 September 2013

Film Ki Wasyid Siap Masuk Bioskop !

Pemerintah Kota Cilegon mengakui film Ki Wasyid merupakan film bernilai sejarah yang patut untuk disaksikan masyarakat, sehingga mendapat respon positif dari berbagai pihak seperti budayawan dan sejarawan Banten. Film yang telah puluhan tahun dinanti-nantikan kemunculannya, akhirnya Komunitas film Banten Kremov Pictures mampu mewujudkan film yang dinanti-nantikan tersebut. Dengan bermodal swadaya Kremov sanggup menggarap film sejarah Geger Cilegon selama 5 bulan penggarapan.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cilegon, Bukhori, mengatakan bahwa film Ki Wasyid akan tayang di Bioskop, terutama Bioskop 21 Cilegon. "Kita patut support muda-mudi Banten dalam berkarya, apalagi mengangkat sosok pahlawan seperti Ki Wasyid" ungkapnya yang ditemui di Gedung Plaza Mandiri (02/09/13)

Pihak Kremov Pictures, "Insya Allah film ini akan ditayangkan di Bioskop, seperti agenda hari ini kami telah screening film di Bioskop 21 Cilegon, memang sudah jauh-jauh hari kami konfirmasi kepada pihak 21 pusat di Jakarta tentunya itu semua atas dukungan dari Walikota" ucap Gilang, ketua acara Premiere yang akan berlangsung akhir September mendatang.

Rendy Hidayat, cynematographer Kremov Pictures mengungkapkan hal yang sama dan memiliki penilaian tersendiri "Untuk kualitas gambar, mungkin belum bisa sejajar dengan hasil produksi layar lebar, tapi kita bisa berusaha untuk menyetarakan kualitas film kita agar layak disaksikan dalam bentuk layar lebar" ujarnya.

Film Ki Wasyid dengan tagline Di Balik Jihad Sang Pejuang 1888 - akan segera Premiere akhir September Mendatang, dan kemudian setelah agenda itu bisa disaksikan reguler oleh Masyarakat Banten.(red/dm)

Senin, 02 September 2013

Berbagai sumber cerita Ki Wasyid !

Berbagai Versi tentang cerita Ki Wasyid - sosok pahlawan Geger Cilegon 1888 memang memiliki keunikan tersendiri, beragam penulis menorehkan gagasan mengenai cerita detail dari peristiwa hidup sang ulama tersebut namun versinya berbeda-beda. Dari 5 sumber buku sejarah yang dijadikan modal riset crew film Kremov Pictures untuk garapan film Ki Wasyid ternyata mendapat kesulitan yakni menggabungkan persepsi antara satu buku dengan buku yang lain, salah satu contohnya adalah perbedaan saat wafatnya Ki Wasyid, Buku pertama mengatakan bahwa Ki Wasyid digantung oleh kolonial, sumber buku kedua mengatakan Ki Wasyid dibuang ke daerah luar Banten, buku ketiga mengatakan wafat karena tertangkap dan ditembak, berbeda pula dengan buku keempat dan kelima, karena belum menemukan kejelasan dari berbagai versi tersebut tim riset mewawancarai langsung sejarawan dan keluarga Besar Ki Wasyid. Banyak warga mengatakan bahwa pahlawan seperti Ki Wasyid pasti memiliki Biografi, namun ironisnya di Perpustakaan dan Arsip Kota Cilegon tidak ada Biografi tentang Ki Wasyid, sehingga crew hanya mengambil benang merah dan inti cerita dari tokoh fenomenal Ki Wasyid saat perang Geger Cilegon 1888 berdasarkan sumber yang ada dan hasil wawancara. Nantikan filmnya...

Yuk lihat Trailer Film Ki Wasyid - Di Balik Jihad Sang Pejuang 1888

Selasa, 27 Agustus 2013

Silaturahmi Kremov Pictures, Bahas Premiere Film Ki Wasyid !

CILEGON, BCO beritacilegon.com - Sebanyak 7 crew dari Kremov Pictures berkunjung ke kantor redaksi Berita Cilegon Online (BCO) yang terletak di Jalan Pangeran Jayakarta, Blok Aneka II, Nomor 29B, Simpang Tiga, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Jumat 23 Agustus 2014. Kedatangan kreator muda warga Cilegon Banten ini untuk silaturahmi dan kerjasama kaitan dengan rencana peluncuran film yang mereka buat, yakni film ketokohan Ki Wasyid, tokoh masyarakat Kota Cilegon yang memimpin para petani berjuang mengusir penjajah Belanda pada tahun 1888. Peristiwa perjuangan itu saat ini dikenal sebagai sejarah Geger Cilegon.
Sutradara Film Ki Wasyid, Darwin Mahesa mengatakan, film berdurasi pendek yang dibuatnya selama empat bulan dengan didukung oleh 15 orang pemeran inti, 100 pemeran pendukung dan 30 crew.

"Kita akat tokoh Ki Wasyid agar generasi muda khususnya di Kota Cilegon tidak melupakan sejarah bagaimana tokoh besar pemberani ini mengusir kemungkaran, utamanya dari penjajahan kolonial Belanda. Kami membawa pesan agar semangat perjuangan kemaslahatan yang dipelopori Ki Wasyid, menular kepada generasinya, termasuk saya," ujar mahasiswa Untirta, semester VII ini.

Darwin yang juga pemuda Kelurahan Kalitimbang ini menuturkan, film Ki Wasyid sudah mendapat dukungan dari Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi sehingga diluncurkan dan bisa ditonton masyarakat Cilegon di Studio 21 Cilegon.

"Alhamdulillah dukungan cukup kuat dari elemen masyarakat. Keturunan Ki Wasyid, yakni Ki Mansyur, polisi, Pesantren Daar el-Falah Mandalawangi Pandeglang, BEM Fisip Untirta, SSR Studio Cilegon, Teater Wong Kite, Banten Muda, juga memberikan dukungan, termasuk dukungan kuat juga dari Walikota Cilegon H Tb Iman Ariyadi. Pak walikota sangat menyambut baik dan mendukung penuh peluncurannya nanti," ujar pemuda Kelurahan Kalitimbang ini.

Sejumlah tempat yang dijadikan lokasi syuting, menurut Darwin, antara lain Rumah Dinas Walikota Cilegon, Benteng Kaibon Banten Lama, dan Mesjid Beji Bojonegara. "Film ini juga akan diikutkan dalam festival film nasional yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada September mendatang. Mudah-mudahan semuanya lancar dan kami mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya warga Cilegon," katanya.

Art Director Kremov Picture Imanudin menjelaskan bahwa film Ki Wasyid ini bukan satu-satunya film yang sudah digarap pihaknya. Ada sebanyak 14 film lainnya yang sudah sukses menjuarai beberapa festifal film di Indonesia.

"Sebut saja film dengan judul Mengejar Medali pada tahun 2013 berhasil menjadi juara I lomba Festival Film Islamic Movie Day di Jakarta dan film berjudul Menembus Lorong Badak tahun 2012 yang memperoleh juara II tingkat nasional, serta film berjudul Batas Asa Mimpiku yang berhasil meraih juara II tingkat nasional pada Festival Film UNJ tahun 2010,"  ujar Iman.

Sejauh ini, pembuatan film yang cukup mendatangkan prestasi itu, kata Iman, dibiayai atas dasar swadaya setiap crew yang ada. "Kita bener-bener orang nekad. Sebanyak 15 film yang sudah sukses dibuat itu tanpa donatur. Kita garap sendiri dengan iuran atau swadaya dan kerjasama dengan elemen yang bisa menerima kami," kata Iman seraya menyebutkan bahwa pihaknya juga belum memiliki peralatan yang memadai.

"Tidak ada batasan bagi kami. Misalnya alat saja kami belum punya. Hanya kerjasama dan pinjam sana sini. Tapi hasil kreativitasnya cukup bisa bersaing," ujar Iman. 
Untuk melihat trailer Film Ki Wasyid bisa klik disini. (*)

Senin, 19 Agustus 2013

Official Trailer Film Ki Wasyid - Di Balik Jihad Sang Pejuang 1888 !


 KI WASYID - DI BALIK JIHAD SANG PEJUANG 1888
(Diadaptasi dari Sejarah dan Cerita Rakyat Banten "Geger Cilegon")
Produksi KREMOV PICTURES Komunitas Film Banten 2013

Saksikan Segera Akhir September 2013 !!!

SINOPSIS :

Kisah bermula dari seorang ustadz yang bercerita kepada murid-muridnya mengenai sosok ulama yang menjadi pahlawan dalam perang melawan kolonial Belanda tahun 1888 di Banten yang disebut Geger Cilegon. Tersebutlah Ki Wasyid, sang pejuang yang memimpin tragedi geger cilegon 1888 dengan dilatarbelakangi kesewenang-wenangan kolonial Belanda. Diawali dari permasalahan Rakyat menyembah Pohon berhala yang dianggap kramat dan dapat memusnahkan segala macam penyakit, berulang kali Ki Wasyid mengingatkan penduduk bahwa meminta selain kepada Allah adalah syirik, tapi fatwanya tidak diindahkan sehingga Ki Wasyid menebang Pohon tersebut sampai menuai kemarahan kolonial terhadap Ki Wasyid dengan alasan melanggar hak rakyat. Disisi lain Kolonial tak henti membuat sensasi seperti melarang adzan dengan suara keras sehingga menara mushola tempat adzan diruntuhkan karena dianggap mengganggu ketenangan warga. Hal ini membuat semakin berkobar api perlawanan dalam diri Ki Wasyid. Bersama para pejuang lainnya Ki Wasyid melakukan pemberontakan terhadap kolonial Belanda pada 09 Juli 1888 dengan prinsip Jihad fii Sabilillah. Bagaimana aksi Ki Wasyid dalam melakukan pemberontakan tersebut? Saksikanlah...

CREW :
Directed by Darwin Mahesa / Art Director : Yana Ahmad Rifai / Music Director : Yudhistira Kusuma - Ryan Bravo - Martin Romanysah / Sound Designer : Yudhistira Kusuma / Camera Person by Rendy Hidayat - Ryan Hardeanto / Director of Photography : Chiko Averoes / Ass. Directed by Lia Nurapriani - Diana Pusvita / Property : Umu Salamah - Devi Fatmawati / Behind The Scene : Jenita Yobel Indriani / Edited by Adey Naden - Ahmad Nazromi / Make-up by Asti Sofyani - Ratu Pikri / Wardrobe by Dona Ningsih / Costumes Designer by Yoga Konveksi - Team Pandawa / Casting by Dedi Setiawan - Niduparas Erlang / Lighting by Gilang Romadhon - Abdul Rohman - Irpan Ernawan / Setting by Iman Imonk - Suci Nurmayati.

Association with :
BEM FISIP UNTIRTA - PANDAWA UNTIRTA - YAYASAN KI WASYID CILEGON - PM. DAAR EL-FALAAH PANDEGLANG - PM. AL-MUBAROK SERANG - DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA CILEGON - DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI BANTEN - KEPOLISIAN RESORT SERANG - BANTEN

CAST :
Rizal Arif Baihaqi as Ki Wasyid / Dimas Farhabi as Goebels / Setiawan Chogah as Ki Ismail / Ratna Rechan as Nyi Halimah
Anggi Dalina SR as Dora / Satriyo Nugroho RA as Ki Sholeh / Damar Wahyu Prianto as KH. Marzuki / Nando Sumarna as Akib / Badra Hirtandio Laya as Ki Haris / Dionisius Bemby as Pati Srim / Aida Nurdianah Putri as Istri Ki Wasyid / Zakky Ramadhan as Ustadz / Ajibon as Hasan / Heru Haetami as Petani 2 / Ikhfal Wahyudin as Petani 1 / Irpan Ernawan as Belanda 1 / Yulia Gita Safitri as Belanda 2

ORIGINAL SOUNDTRACK :
"SEJARAHMU" Singer : Dadi Priyatna / Songwriter : Darwin Mahesa / Music by Yudhistira Kusuma -- Ryan Bravo -- Martin Romansyah

CONTACT KREMOV :
BLOG : kremovpictures.blogspot.com
FB : KREMOV PICTURES
Fanspage : Ki Wasyid - Geger Cilegon 1888

Sabtu, 10 Agustus 2013

Kremov Ucapkan Selamat Lebaran !

Seluruh Jajaran Team KREMOV PICTURES
Dan Segenap Cast Crew Film Ki Wasyid - Geger Cilegon 1888 

Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H
Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Bathin.

Nantikan Film Sejarah epik karya muda-mudi Banten

mengangkat tokoh pahlawan Geger Cilegon 1888
Siap tayang secara Roadshow akhir September 2013 mendatang.

Rabu, 17 Juli 2013

6 Tahun Kremov Pictures, Sutradara Darwin Mahesa Pengen Masuk Bioskop !

SERANG, BANTEN MUDA – Setelah sukses menelurkan 15 karya film pendek, kemarin, Sabtu (15 Juni 2013), Kremov Pictures merayakan hari jadi ke-6 di Aula Pusat Kegiatan Mahasiswa B, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang.
Acara yang dihadiri oleh sejumlah anggota Kremov Pictures yang terdiri dari crew dan cast film terbaru mereka, Ki Wasyid, yang akan tayang September mendatang, berlangsung meriah.
Darwin Mahesa, Ketua Umum Kremov Pictures sekaligus yang menyutradarai beberapa film besutan Kremov, menuturkan kepada Banten Muda bahwa diusianya yang keenam tahun, Kremov Pictures telah berhasil membuat beberapa film dan memenangkan sejumlah kompetisi maupun festival. “Alhamdulillah, di usianya yang keenam tahun, Kremov Pictures telah melahirkan 15 judul film pendek dan menjurai beberapa kompetisi dan festival. Di antaranya juara 1 Festival Film Banten 2011, juara 3 Festival IMIKI 2012, dan juara 1 Festival Film Islam Nasional di tahun ini,” unagkapnya.
Ke depannya, Darwin berharap, Kremov Pictures mampu membuat film yang bukan hanya ditayangkan di festival, tapi juga bisa menembus pasar menjadi film komersial. “Kita pengen bikin film yang bisa masuk ke bioskop, mudah-mudahan dengan ilmu dan pengalaman selama ini, mimpi itu bisa dicapai,” imbuhnya. [*]

Selasa, 25 Juni 2013

Menariknya Shooting Film Ki Wasyid !

Setelah melalui proses yang sangat panjang tentunya dalam hal riset, casting, pembuatan kostum, property hingga casting pemain, akhirnya Kremov Pictures yang menggandeng berbagai partner telah berhasil memasuki proses inti yakni shooting. Shooting yang dilakukan sejak awal Mei ini menghabiskan waktu yang sangat banyak. Diakui oleh Darwin Mahesa yang menyutradarai film kolosal itu mengatakan pembuatannya cukup rumit, apalagi harus membuat suasana seperti abad ke-19 memang butuh daya imajinasi dan pengetahuan yang luas, namun dirinya dibantu dari tim riset ditambah tim kostum property yang jelas terlihat bekerja secara maksimal. Ahmad Yana Rifai yang merupakan mahasiswa dari  Institus Agama Islam Negri Banten (IAIN) merasa cukup tertantang ketika dirinya terpilih menjadi Art Director, dimana Art director secara teknis adalah koordinator lapangan yang melaksanakan eksekusi atas semua rancangan desain tata artistik/gambar kerja yang menjadi tanggungjawab pekerjaan production designer. Seluruh proses penyediaan material artistik sejak persiapan hingga berlangsungnya perekaman gambar dan suara saat produksi menjadi tanggunghawab seorang art director.Ahmad Yana Rifai atau akrab dipanggil Yana membuat skema artistik untuk film Ki Wasyid dibantu dengan Property dari Umu Salamah yang merupakan teman dekatnya, tim property inilah yang sangat bekerja keras demi mewujudkan setting dengan latar belakang tahun 1888. "Ya walaupun tidak mirip tahun 1888, karena budget yang terbatas, kita berusaha agar setting mendekati seperti jamannya, misalkan penataan lampu, furniture, kayu-kayu meja, piring hingga kitab-kitab pesantren yang ada pada masa itu." Ucap Yana yang kemudian di iyakan oleh Umu Salamah. Sedangkan untuk Properti senjata atau alat-alat berat lainnya Kremov Pictures mengajukan kerjasama pada Polres Serang yang masih menyimpan peralatan perang abad 19. Kepala Polisi Resort Serang sangat mendukung kegiatan ini sehingga ia meminta anggota kepolisian untuk ikut serta dalam lokasi shooting agar shooting aman dan berjalan dengan lancar, tidak lupa dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cilegon memberikan rekomendasi untuk Perizinan dan keamanan cast crew sehingga Polres dari kota Cilegon ikut serta membantu kelancaran shooting.

 

Dalam Penataan kostum film KI WASYID yang dibuat oleh Yoga Konveksi mengungkapkan bahwa abad 19 kain yang digunakan berbeda dengan abad 21, "tentu saja kain yang digunakan pada masa dulu lebih tebal dan berserat, tapi saya akan mengikuti dari tim riset kostum agar lebih mirip abad-19" ujarnya. Yoga si desainer kreatif dari Banten ini mengatakan bahwa ia juga riset dari Tugu Ki Wasyid yang terlihat menggunakan Jubah diatas mata kaki disertai sorban yang melingkar dikepala layak seperti ulama pada umumnya, ia-pun menambahkan untuk warna kostum sesuai dari permintaan sutradara, bahwa Kostum harus berwarna lembut, tidak terlalu cerah, dan tidak terlalu mewah kecuali untuk peran Belanda. Kostum yang dibuat ternyata tidak memenuhi kebutuhan, sehinggga team work Komunitas Film Banten Kremov Pictures mencari cara lain yakni mengajukan penawaran kerjasama pada sanggar-sanggar atau perkumpulan seniman yang memiliki kostum kuno, hal ini terjadi untuk menekan biaya produksi. Namun patut disyukuri Pandawa Untirta, Sanggar Anyer dan Cilegon mendukung dalam kebutuhan ini.

 

Shooting masih berjalan, diawali di Wilayah Banten Lama dimana hal itu masih banyak tersimpan situ-situs kuno yang dijadikan lokasi shoot epik mengawali opening film. Film yang bergenre Drama ini awalnya berdurasi 2 Jam, namun karena pertimbangan dan permasalahan biaya yang kurang mencukupi Tim kreatif tetap berusaha agar Film sosok Ki Wasyid - Gegert Cilegon 1888 tetap berjalan hingga akhirnya film ini akan tayang tidak lebih dari 30 menit. Penayangan film ini dimuali akhir September 2013 akan diputar secara roadshow di Cilegon, Serang, Pandeglang, Lebak, Tangerang hingga Jakarta.

Proses shooting yang cukup memakan waktu ini membuat team Kremov Pictures harus menginap berhari-hari demi berjalannya kegiatan. Rendy Hidayat camer person utama dibantu oleh Ryan hardeanto mengaku selalu siap saat shooting Ki Wasyid karena film ini adalah film sejarah yang harus bagus dalam pembuatannya. Nantikan filmnya.... (red/DIY)




Minggu, 16 Juni 2013

Kremov Pictures Peringati Hari Jadi ke-6 !

KREMOV Pictures adalah komunitas film yang telah berdiri sejak taun 2007, tepat pada tanggal 15 Juni 2013 komunitas yang fokus terhadap nilai-nilai budaya dan pariwisata ini merayakan hari jadi yang keenam. Kremov Pictures hingga kini telah menggarap 15 karya film, yang kini sedang di produksi adalah film bertema sejarah berjudul KI WASYID yang merupakan sosok pahlawan Banten yang memimpin tragedi pembrontakan para petani Banten tahun 1888 atas ketidakpuasan kolonial Belanda. Kremov Pictures hanya menginginkan bahwa untuk muda-mudi Banten yang tergabung dalam Kremov untuk tetap semangat dan kreatif memajukan perfilman, karena generasi muda adalah penerus Industri Kreatif Bangsa. Acara Hut Kremov yang ke-6 ini digelar di Gedung PKM-B Untirta Serang dihadiri oleh beberapa anggota Kremov. "Memang tidak semuanya hadir dalam acara ini karena dari anggota yang lain banyak sekali kegiatan..." ucap Lia Nurapriani yang merupakan sekretaris Kremov Pictures. (Red/25/shn)

Senin, 03 Juni 2013

Koleksi Foto Casting Film Banten 2013

Kremovpictures - Casting Film Banten 2013 yang dilaksanakan pada 21 April 2013 lalu dihadiri oleh 150 Peserta dengan seleksi 3 tahap, yakni penyaringan tahap1, seleksi tahap2, keseriusan tahap3, Casting Pemain Film, Audisi Penyanyi Soundtrack dan Recruitment Crew berhasil dengan lancar diselenggarakan pada Minggu, 21 April 2013 yang bertempat di Gedung PKM A Untrita  dengan diikuti oleh kurang lebih 150 Peserta dari berbagai daerah. Dan Kremov Pictures telah berhasil menjaring 30 Peserta terbaik yang akan ikut produksi film Banten 2013, tahun ini Kremov pictures akan mengangkat Film Sejarah Banten yang berjudul KI WASYID - DIBALIK JIHAD SANG PEJUANG 1888 yang telah shooting disejumlah lokasi di Banten. Dengan dipilihnya 4 Orang sebagai pemeran utama tim Kremov Pictures mengharapkan agar film tersebut lebih baik dan lebih berkualitas dari film-film sebelumnya. 4 orang tersebut adalah Dedi Setiawan Chogah (Kota Serang) Dionisius Bembi (Kabupaten Serang) Ratna Rechan (Kota Tangerang) dan Ellitte Wiguna (Kota Cilegon) sedangkan 30 Peserta lain yang berhasil lolos berasal dari Pandeglang, Rangkasbitung, Labuan, Bogor dan Jakarta selain menjadi pemeran pendukung dan penyanyi soundtrack juga akan menjadi team kreatif. Setelah melalui proses audisi dari mulai Babak I sampai Babak II peserta sangat antusias dengan program acara Kremov Pictures yang disponsori oleh Bem Fisip Untirta, Pandawa, Disbudpar Banten dan Banten Muda. Setelah event ini berlangsung tidak lupa peserta yang lolos untuk mengisi surat perjanjian agar bisa belajar professional di dalam produksi film. "Event ini memang dikhususkan untuk bakat-bakat muda kreatif agar terjun langsung mengembangkan potensinya." Ucap Lia Nurapriani, ketua pelaksana program Casting Film Banten 2013. "Selamat bergabung bersama kami kepada para peserta yang lolos dengan penuh semangat dan motivasi yang tinggi." imbuhnya (red/21/copy ke-2)

 
 
 
 
 

 
 
 

 
Product by Kremov Pictures | Disbudpar Provinsi Banten - Visit Banten 2015 | Jawaranya Film Banten!