f Mei 2013 ~ KREMOV PICTURES - Komunitas Film Banten dan Rumah Produksi

Rabu, 22 Mei 2013

KREMOV Garap Film Sejarah : Ki Wasyid - Dibalik Jihad Sang Pejuang 1888

Kisah Fenomenal yang paling menonjol di Banten pada abad ke-19 adalah tentang GEGER CILEGON. Ya kisah perjuangan para ulama dan petani Banten melawan kolonial Belanda atas dasar Jihad menegakkan kekokohan agama Islam. Tersebutlah Ki Wasyid, seorang ulama yang menjadi sorotan untuk memimpin dalam  memperjuangkan hak rakyat dari kesewang-wenangan Belanda. Cerita bermula saat meletusnya Gunung Krakatau tahun 1883 yang kemudian puncak perlawanan terhadap kolonial terjadi pada tahun 1888.  Apalagi dalam Kisah yang menegangkan saat Belanda merobohkan menara Adzan membuat para ulama semakin marah, dan berusaha keras menjadikan desa yang lebih religius dengan meninggalkan klenik dan tahayul yang pada waktu itu memang masih sangat dipercayai sebagai penolak bala.

Kremov Pictures Komunitas Film Banten yang telah berdiri sejak 2007 silam tentunya memberanikan diri untuk menggarap film kolosal ini, walaupun dengan keterbatasan yang dimiliki namun kumpulan muda-mudi Banten yang bergelut di Film ini sepertinya tak akan memperdulikan keterbatasan, semuanya berjuang dan berusaha keras untuk mewujudkan film tentang perjuangan Ki Wasyid. 

Siapa Ki Wasyid ?? Ki Wasyid merupakan tokoh yang sangat terkenal di Banten, seperti yang dijelaskan diatas bahwa beliau adalah guru besar yang memimpin perlawanan rakyat (yang disebut Geger Cilegon) tahun 1888 atas ketidakpuasan dan kesewenang-wenangan kolonial. Kremov merupakan komunitas yang pertama kali mengangkat kisah Perjuangan Ki Wasyid dalam Geger Cilegon 1888, yang selama berabad-abad lalu belum pernah divisualisasikan dalam film cerita. 

"Kisah Ki Wasyid - Geger Cilegon 1888 selama ini hanya dikreasikan melalui Buku-buku dan Teater saja, alangkah lebih baik jika kita-pun mengangkat kisahnya dalam bentuk Film, memang rasanya sulit, tapi kita harus optimis, jika kita punya niat pasti ada aja jalan untuk dimudahkan dalam pembuatannya" ucap Darwin Mahesa, mahasiswa yang kembali dipilih menjadi sutradara film Ki Wasyid - Geger Cilegon, dengan pengalamannya menyutradarai film Batas Asa Mimpiku (The First Winner Festival Film Daerah Banten 2010), Lorong Badak (Runnerup Piala Maya Awards 2012), Mengejar Medali (The First Winner Islamic Movie Days National UI 2013) dan film Indie lainnya yang berhasil meraih penghargaan, tentunya semuanya hasil kerja keras Team Work Kremov Pictures.

Adapun Film ini sebelumnya memang pernah direncanakan untuk digarap dalam serial FTV oleh pihak production house lain, dengan melalui riset yang sangat ketat selama 13 tahun namun hingga kini belum juga terlaksana. "Ya belum terlaksana, karena kendala mengenai budget yang cukup menggiurkan, namun saya sangat mendukung jika muda-mudi Banten kembali mengangkat asalkan tidak keluar dari cerita yang sesungguhnya" ucap Chandra Gautama yang beberapa tahun lalu hampir menjadi sutradara film Ki Wasyid - Geger Cilegon 1888, namun belum terlaksana dengan alasan berbagai kendala, ia-pun kini sibuk dengan pekerjaannya di Krakatau Steel, namun ia tidak melupakan passionnya di dunia film.

Menanggapi hal tersebut Darwin Mahesa mengatakan bahwa masalah budget jangan menjadi kendala,  "Harus dimulai dari hal yang kecil terlebih dahulu, jika kita langsung memikirkan untuk membuat film yang besar memang akan sulit terealisasi, cukuplah dengan format Indie terlebih dahulu, intinya yang penting kita bergerak, siapa tau dengan tindakan yang kecil ada sesuatu yang besar" ujarnya semangat.

Pihak yang masih berkaitan dengan tokoh pahlawan Ki Wasyid setelah dikonfirmasi memang sudah merestui dan mengijinkan team Kremov Pictures menggarap film Ki Wasyid - Geger Cilegon 1888 seperti KH. Mansyur Muhyidin yang merupakan keluarga Besar Ki Wasyid dari Bojonegara mengatakan persetujuannya untuk menggarap film ini, beliaupun mengungkapkan rasa syukur untuk muda-mudi Banten yang masih mengingat menjunjung jasa-jasa para pahlawan dengan kegiatan kreatif. Tidak lupa H. Asep Sofwatullah yang merupakan Ketua Yayasan Ki Wasyid Cilegon Banten, ikut menyetujui dengan tanggapan yang sangat positif.

Dengan Title "KI WASYID - DI BALIK JIHAD SANG PEJUANG 1888" karya muda-mudi Banten, berdasarkan skenario hasil adaptasi berbagai Buku Sejarah, Novel hingga Narasumber Sejarawan yang dirangkum secara garis besar cerita, mengulas tentang Tokoh Perjuangan "Geger Cilegon tahun 1888" yang sangat fenomenal. Sedang digarap!
 Pemain film merupakan hasil proses Audisi Casting Film Banten 2013, yang dilaksanakan beberapa bulan sebelumnya. Film produksi Kremov Pictures yang ke-15 ini mengambil lokasi shooting di berbagai daerah, salah satunya di kawasan Masjid Beji - Bojonegara sesuai dengan cerita sebagai pusat perjuangan Ki Wasyid. Kesulitan tentunya menghampiri para crew yang bekerja keras membuat gambaran Banten tahun 1888 dengan beragam properti dan kostum yang di buat apik dan detail. Rencana film ini akan Rilis akhir September 2013. Semoga saja film ini menjadi harapan bangkitnya muda-mudi Banten untuk memiliki jiwa nasionalisme dan persatuan antara umat beragama.(red/22)

Jumat, 03 Mei 2013

Melalui Kremov, Banten Jadi Superstar Dalam IMD 2013 Universitas Indonesia !

Kremov Pictures, komunitas film Banten yang sudah berdiri sejak enam tahun silam, kini meraih kembali prestasi Juara I dalam ajang Festival Film Islam Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia bertemakan "Islamic Movie Days 2013" sebelumnya Kremov pernah meraih prestasi dalam event nasional lainnya seperti Juara II dalam FFP UNJ tahun 2011, dan meraih Film Daerah terpilih dalam ajang Piala Maya 2012.

Kremov Pictures berhasil meraih juara pertama lewat film pendek berdurasi 15 menit berjudul Mengejar Medali dalam acara festival film Islam nasional yang diselenggarakan Forum Studi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Film karya Kremov pictures yang mengusung tema kehidupan pesantren berhasil menyingkirkan 11 film lainnya dari Cirebon, Semarang, Sumatera, dan Kalimantan yang telah terseleksi dalam grand final. Dalam event tersebut hadir pula beragam komunitas film lainnya seperti Bandung yang meraih Juara III, sedangkan Sumatera Utara yang meraih Juara II berhalangan hadir.

“Film Mengejar Medali berhasil dikemas dengan sangat baik oleh teman-teman Kremov di Banten. Kelihatannya niat banget bikin filmnya dan hasilnya memang luar biasa menyentuh,” tutur Fariz Abdillah, Ketua Forum Studi Islam FE UI.

Team Kremov yang turut hadir dalam penganugerahan IMD 2013 di Student Centre FE UI, Kamis (2/5), mengungkapkan kegembiraannya atas prestasi mereka. “Alhamdulillah, akhirnya ini adalah pencapaian yang cukup berati buat kita, dapat juara pertama tingkat nasional. Ini semacam stimulus untuk Kremov Pictures untuk terus berkarya yang baik untuk Banten. Sesuai dengan misi kita, Kremov konsen mengangkat budaya dan pariwisata Banten lewat karya film.”

(redkremov/bantenmuda/chogah/foto:ryan-yusuf)

Mengejar Medali Raih Juara Pertama Festival Film Islam Nasional IMD 2013 !

Bantenmuda.com - Karya film indie, sebagai bentuk kreativitas kaum muda sangat positif guna pengembangan industri film di tanah air. Kegairahan kaum muda memproduksi film butuh ruang apresiasi yang lebih luas dengan memperbanyak ruang tontonan alternatif, di luar layar bioskop yang semakin minim. Belakangan, banyak bermunculan sineas muda dari berbagai komunitas film di Indonesia, tak kerkecuali di Banten. Mereka berlomba menciptakan film indie, mulai dari peralatan sederhana sampai yang sudah profesional.

Banten boleh berbangga dengan Kremov Pictures. Sekumpulan anak-anak muda Banten yang menyatakan diri mereka sebagai pecinta film. Di tahun keenam lahirnya Kremov Picrutes dengan melahirnya sekitar 14 film pendek telah membawa mereka unjuk gigi ke kancah nasional.

Dalam ajang Islamic Movie Days 2013 yang diselenggarakan Forum Studi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Kremov Pictures berhasil meraih juara pertama lewat film pendek berdurasi 15 menit; Mengejar Medali.

Kompetisi yang ditutup 15 Februari 2013 lalu ini menyedot banyak perhatian pecinta film tanah air. Mengejar Medali yang mengusung tema kehidupan pesantren berhasil menyingkirkan 11 film lainnya dari Cirebon, Semarang, Sumatra, dan Kalimantan.

“Film Mengejar Medali berhasil dikemas dengan sangat baik oleh teman-teman Kremov di Banten. Kelihatannya niat banget bikin filmnya dan hasilnya memang luar biasa menyentuh,” tutur Fariz Abdillah, Ketua FSI FE UI.

Darwin Hamesa dan timnya yang turut hadir dalam penganugerahan IMD 2013 di Student Centre FE UI, Kamis (2/5), mengungkapkan kegembiraannya atas prestasi mereka. “Alhamdulillah, akhirnya ini adalah pencapaian yang cukup berati buat kita, dapat juara pertama tingkat nasional. Ini semacam stimulus untuk Kremov Pictures untuk terus berkarya yang baik untuk Banten. Sesuai dengan misi kita, Kremov konsen mengangkat budaya dan pariwisata Banten lewat karya film,” ujarnya kepada Banten Muda. (Chogah/ ft. Chogah)

 
Product by Kremov Pictures | Disbudpar Provinsi Banten - Visit Banten 2015 | Jawaranya Film Banten!