f Juni 2016 ~ KREMOV PICTURES - Komunitas Film Banten dan Rumah Produksi

Kamis, 30 Juni 2016

Raih Penghargaan, CEO Kremov Studi Film ke New Zealand

Berikut dikutip dari laman facebook Darwin Mahesa yang merupakan CEO Kremov Pictures.
"Terharu saat mendapatkan penghargaan ini dari Kemendikbud RI untuk bisa belajar dan mencari pengalaman di New Zealand. Kegiatan bertajuk Pegiat Budaya ini diseleksi dari 1100 pendaftar menjadi 60 peserta yang terdiri dari 7 kategori (Seni Tari, Musik, Film, Teater, Seni Visual, Galeri dan Museum dan Sejarawan), dan saya dengan 5 sineas film Indonesia dari daerah lainnya berkesempatan untuk mewakili kategori film ke New Zealand. Kategori film hanya diberikan untuk 6 orang sineas yang terseleksi.

Program ini menjadi motivasi besar saya untuk dapat menggali ilmu dan mencari pengalaman bersama filmaker luar negeri agar saat kembali ke tanah air saya dapat berkarya menghasilkan film-film bertajuk kearifan lokal yang jauh lebih baik. Yang bikin surprise keberangkatan tepat di hari lahir saya, yakni 21 Agustus mendatang dengan mengikuti karantina beberapa hari sebelumnya.

Saya ucapkan terimakasih kepada Dewan Kesenian Banten dan Forum Komunitas Film Banten atas rekomendasinya, juga Banten Muda - biem-co yang selalu memberikan motivasi, guru-guru besar saya yang selalu memberikan nasehat, seluruh teman-teman yang mendukung, sahabat Kremov Pictures komunitas film Banten yang membuat saya semakin cinta dengan film, dan juga tentunya masyarakat Banten yang selalu menerima dan nonton karya-karya film yang kami buat.

Hallo anak muda Banten, yakinlah ketika kita konsisten maka seluruh harapan dan impian kita dapat terwujud! Saya pernah memimpikan dengan film saya dan teman-teman akan keliling dunia, maka ini adalah langkah awal. Bismillah."

portofolio: http://www.darwinmahesa.com

Berikut ucapan selamat dari berbagai rekan, sahabat, dan pendukung Darwin Mahesa:










Edelweiss, Top Ten Police Movie Festival 2016


Produksi Kremov Pictures berjudul Edelweiss meraih 10 Film terbaik di police Movie Festival 2016, Film yang aslinya berdurasi panjang tersebut kini masih dalam proses editing. 

Edelweiss memang sengaja dibuat dua versi, versi 5 menit untuk keperluan festival yang mana ditampilkan hanya satu cerita dalam versi tersebut, sedangkan versi aslinya sekitar 60 menit akan disajikan banyak kisah yang lebih kompleks.

Edelweiss versi panjang diperkirakan tayang akhir Tahun 2016, atau diawal 2017, hal ini dikarenakan menunggu waktu untuk tahap editing online dan musik yang akan dilakukan di Jakarta. Film ini merupakan film tahunan komunitas Kremov Pictures, sebagai eksistensi komunitas film Banten dengan sajian nuansa film yang berbeda dari tahun sebelumnya. Edelweiss ternyata tak luput dari sponsorship dan supported, tercatat 23 perusahaan/lembaga di Banten mendukung produksi film ini.

01. Horison Forbis Hotel
02. Coconut Island Carita
03. Rumah Rias Dian Yank
04. Kepolisian Resort Cilegon
05. Kepolisian Resort Pandeglang
06. Explore Pandeglang
07. Citra Garden BMW Cilegon
08. Rumah Smart
09. Willys Banten Community
10. CPC Dance Community
11. DPRD Provinsi Banten
12. Balai Taman Hutan Raya Banten
13. Banten Muda Community - Biem.co
14. Sanggar Ivanka
15. Randol - Raja Cendol
16. La Serly Salon
17. Redlight Acting Studios
18. Dinas Pariwisata Kab. Pandeglang
19. Damkar Kab. Pandeglang
20. Kaka Teteh Pandeglang
21. English Student Association Untirta
22. Suci Collection - Makeup & Hairdo
23. LA Indie Movie

CAST

CICI WIDIA as EDEL
ADE KURNIAWAN as UWAIS
AMIA as MERRY
BONDAN ADITYA as MIKO
DIAN N. PRAWIRANEGARA as LENA
RENALDY JP as ANTO
ANGGIE DALINA as INTAN
AHMAD MURSANI as DIO
JUJU JUMAIAH as MAMA
BRIGPOL YOGIE FAHRISAL as Polisi 1
BRIGPOL IBNU ARIF as Polisi 2
BRIGPOL EDIANTO as Polisi 3
BRIGPOL A. SUHADI as Polisi 4
BRIGPOL ANGGA as Polisi 5
BRIPDA AFFANDI as Polisi 6
BRIPDA DIKI N. SUBANDI as Polisi 7
BRIPDA RADITYA N. as Polisi 8
ALL TEAM WORK RESKRIM
KEPOLISIAN RESORT CILEGON

CREW

Written and directed by
DARWIN MAHESA

story idea - short story adapted
EGA WAHYU ARDYAN

director of photography
RENDY HIDAYAT

camera person
RAMA OKIANDA PUTRA
M. ZAKY ASH SHIDDIEQI

ass. camera person
ANTON SITOMPUL

drone operator
IMRON MULYANA “BOIM”

script continuity
FAIZA AULIA KAMILA

ass. Director I
SUJAKA FAJAR

ass. Director II
ENI SULASTERI

art director
ABI HABIBI

co. art director
FAHRUROJI

props builder decorator
ENTIS SUTISNA
FERLY FITRI UTAMI

set dresser
JAMILATUS SURIFAH

make-up and wardrobe
RISKA ARINI
NADIA APNALARITA
DIANA YUNITA

chief lighting technicians
ASIS MUSTOPA
MAMU MAJMUDIN

story supervisor
JOEHENDI

music soundtrack & dubbing
DELLA TENIA PUTRA

editing offline
DARWIN MAHESA
ADEY NADEN

behind The Scene
RACHMAT SHALEH
M. ZAKY ASH SHIDDIEQI
DEDE ROBI NURALAM
DAELIMI

English translated
SITI ROHMAH 

Thanks to :

AKBP Anwar Sunarjo (Kapolres Cilegon)
AKBP Widiatmoko (Kapolres Pandeglang)
Ibu Isna (Humas Polres Cilegon)
Bpk. Dimas Ariyatna (Humas Polres Cilegon)
Bpk. Yosep (Polres Cilegon)
Bpk. Bambang (Polres Pandeglang)
Pa De Ook (Willys Banten)
Bpk. Boim (Xplore Pandeglang)
Dede Azis Hidayat (Coconut Island)
Ita Sembiring (LA Indie Movie)
DAN SELURUH KERABAT YANG MENDUKUNG

BEHIND THE SCENE EDELWEISS - COMING SOON!


Senin, 27 Juni 2016

Ini Dia Pemuda Inspiratif di Panggung Parade Orasi

SERANG, biem.co – Banten Muda Community dan biem.co menggelar kegiatan Parade Orasi dengan menghadirkan tokoh-tokoh pemuda inspiratif Banten, Sabtu (25/6/2016).
Acara bertajuk “Banten Muda, Masa Depan Banten” ini menampilkan lima pemuda yang dinilai sukses di bidang yang mereka geluti masing-masing, di antaranya Darwin Mahesa yang bekarya di bidang film, praktisi pendidikan Panji Aziz Pratama, pekerja sosial Iip Syafruddin, sastrawan Wahyu Arya, dan Febriansyah Selamat Pribadi yang menggeluti bisnis kreatif.
Dalam orasinya, Panji Aziz menyampaikan bahwa keberanian untuk bermimpi telah mengantarkannya mencapai banyak hal yang sebelumnya ia nilai mustahil untuk diwujudkan.
“Saya anak desa yang masa kecilnya kalau ngeliat pesawat itu suka teriak ‘Minta uang’. Tapi ternyata hari ini, berkat mimpi-mimpi dan kerja keras, impian saya naik pesawat tercapai, bahkan sampai keluar negeri,” kata Project Leader Istana Belajar Anak Banten ini.
Demikian pula dengan sineas muda Darwin Mahesa. Kecintaannya pada dunia perfilman dia buktikan dengan melahirkan belasan film indie serta mengharumkan nama Banten di berbagai ajang festival film nasional.
“Meski dengan peralatan yang terbatas, saya dan teman-teman di komunitas terus semangat berkarya. Alhamdulillah, sekian tahun berkarya, film-film kita akhirnya bisa masuk jaringan Cinema 21 dan punya peralatan broadcasting sendiri. Semunya tak lepas dari kerja keras dan konsisten berkarya,” kata Ketua Komunitas Kremov Pictures ini.
Cerita inspirasi kesuksesan dari kerja keras di bidang entrepreneur disampaikan oleh Febriansyah Selamat Pribadi. Febri mengatakan, dirinya memulai semua bisnis yang pernah dijalankan dengan bermodalkan semangat dan kecintaan.
“Modal awal saya cuma semangat. Begitu juga teman-teman yang pengin berbisnis. Udah, jangan mikirin modal dulu. Yang penting kita harus kreatif, kalau kita punya kreativitas, modal bisa datang dari mana saja,” ujar pemilik usaha Twin Twin PhotoVideo yang kini mulai mengembangkan saya bisnis Twice Photoboot dan Twin Wedding Organizer.
Ketua Umum Banten Muda Community Irvan Hq mengatakan, Banten Muda terus menyediakan ruang untuk para pemuda berkreativitas.
“Banten muda hadir untuk saling melengkapi dan bersinergi untuk Banten yang lebih baik di masa depan. Kegiatan Parade Orasi ini adalah bentuk apresiasi Banten Muda kepada para pemuda yang telah membuktikan kerja keras mereka berkarya di bidang masing-masing. Semoga kita semua dapat menggali inspirasi dari mereka,” ujar Irvan.
Sebelumnya, kelima pemuda ini pernah dianugerahi gelar pemuda inspiratif Banten Muda Award yang digelar tahun 2013. (red)












Rabu, 15 Juni 2016

9 Tahun Kremov Pictures Berkarya!

CILEGON - Dunia sinetron di layar kaca dan film di bioskop atau dalam kepingan DVD atau yang kini begitu mudah diunduh dari internet menjadi media yang turut membentuk kepribadian generasi muda kita. Perhatikan kosa kata yang dipakai mereka untuk berbicara, pakaian yang mereka kenakan untuk berpenampilan, dan pergaulan keseharian mereka begitu mudah menyerap dan mengadopsi efek audiovisual tersebut. Beruntung diantara para remaja yang membebek seperti yang saya sebutkan di atas saya menemukan geliat anak muda kreatif berasal dari provinsi Banten yang mengkonversi pengaruh dunia audiovisual tersebut menjadi hal positif sekaligus menjadi inspirasi untuk membentuk wadah berkegiatan sesama pengemar film yang mereka namakan Kremov Pictures. (GOL A GONG - dikutip dari talkshow Gongsmash)

Beragam prestasi dicetak oleh komunitas yang berdiri sejak 15 Juni 2007 atas insiatif Darwin Mahesa dengan Meli Amelia dibantu beberapa rekan sesama penghobi film seperti Ugi Rosdiani, Decka Freezianti, Hujaemi HS, Desi Sukmawati, Haerudin, Ulfah Maria, Eno Sardiono, serta Febri Sabrina. film pertama yang mereka buat berjudul Love and Religion berdurasi 30 menit. Berkat semangat dan kesungguhan mereka melakukan roadshow dari satu sekolah ke sekolah lain, mereka berhasil merekrut mahasiswa dan pelajar yang memiliki minat dan hobi yang sama dari berbagai daerah di provinsi Banten. Meliputi; kota Serang, Cilegon, Anyer, Pandeglang, Lebak hingga Tangerang. Kini anggota yang tergabung di Kremov Pictures berjumlah sekitar 30 orang.

9 Tahun berkarya memang bukan waktu yang singkat, Perjalanan Kremov Pictures bukan tanpa hambatan. Kremov pernah mengalami fase kesulitan peralatan film hingga harus menggunakan handycam sederhana bahkan di awal-awal pernah menggunakan kamera ponsel, kekurangan dana produksi, kucing-kucingan dengan petugas keamanan yang tidak mengizinkan tempatnya dipakai untuk lokasi shooting, hingga kecelakan kendaraan sepulang dari lokasi shooting. Ratusan kisah di tuangkan disetiap film-film yang diproduksinya, beragam prestasipun di cetak dalam setiap karyanya seperti Mengejar Medali dan Ki Wasyid yang banyak meraih penghargaan, hingga saat ini Kremov sudah memproduksi 18 Film dan 1 film sedang dalam proses produksi, Jawara kidul dan Edelweiss akan menjadi film andalan Kremov saat-saat ini.

Impian Kremov perlahan mulai terwujud dari memiliki peralatan sendiri sampai memiliki studio editing film, semua itu dilakukan atas dasar tulusnya kecintaan pada film sehingga dari prestasi menghasilkan beragam rezeki dan dukungan dari pihak sana-sini. Kremov sejak 2007 hingga saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan, perkembangan kualitas karya, sumber daya manusia, sampai ciri khas yang tidak dimiliki oleh komunitas lainnya. Selain produksi film untuk mengembangkan komunitas, Kremov berfokus pada production house seperti pembuatan Iklan, Company profil, event organizer sampai film biografi tokoh. Hasil dari project komersil tersebut sekian persen disisihkan untuk kas Komunitas Film Kremov Pictures agar terus menghasilkan karya. Kremov Pictures walau kini mulai serius di dunia production house namun Kremov bertekad tetap menjadi Komunitas Film Banten yang dapat menampung minat bakat anak-anak muda Banten di bidang perfilman, dan komitmen setiap tahun berkarya akan terus dilakukan. (red/15juni2016 - design by Rendy hidayat)

 
Product by Kremov Pictures | Disbudpar Provinsi Banten - Visit Banten 2015 | Jawaranya Film Banten!