Indonesia Canangkan Tahun Badak Internasional

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mencanangkan Tahun Badak Internasional pada Selasa (5/6/2012) besok. Pencanangan Tahun Badak Internasional merupakan mandat dari International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Tahun Badak Internasional akan berlangsung tahun 2012 hingga 2013. Pencanangan ini didukung oleh banyak negara seperti Afrika Selatan, Bhutan, Nepal, India, Zimbahwe dan Malaysia.

Dalam konferensi pers di kantor Kementerian Kehutanan, Senin (4/6/2012), Menteri Kehutanan Zukifli Hasan mengatakan, "Ini berguna untuk menyadartahukan pentingnya pelestarian dan peningkatan populasi badak bagi kita dan dunia."

Zulkifli menuturkan, pencanangan Tahun Badak Internasional sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia pada pelestarian badak. Ia mengatakan, upaya konservasi badak perlu dilakukan secara serius.

Simon N Stuart, Chair Species Survival Commission IUCN mengatakan, "Indonesia ditunjuk karena menjadi rumah bagi 2 spesies badak yang paling langka, badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) dan badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).

Ia mengatakan, masalah populasi dua spesies badak yang ada di Indonesia sangat serius. Langkah konservasi telah dilakukan namun jumlah badak terus menurun. Indonesia perlu melakukan yupaya lebih keras.

Moh. Haryono, Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon mengatakan, berdasarkan pemantauan 44 kamera jebak, diketahui ada 35 ekor badak Jawa di Ujung Kulon. Nantinya, akan ada tambahan 120 kamera jebak untuk memantau badak Jawa.

Sementara, untuk badak Sumatera, jumlahnya juga makin menurun. harapan muncul dari induk yang akan melahirkan anak badak sekitar Juli 2012 nanti. Jika berhasil lahir, maka kelahiran anak badak Sumatera itu merupakan pertama dalam 100 tahun terakhir.

Simon mengatakan, "Indonesia perlu memiliki komitmen tinggi dalam pelestarian badak, termasuk pendanaan, untuk meningkatkan populasi badak dan kualitas habitatnya. Upaya monitoring juga perlu dilakukan."

Badak Jawa dan Badak Sumatera di Indonesia terkonsentrasi di empat wilayah. Menurutnya, dengan manajemen yang baik, konservasi badak seharusnya bisa dilakukan. India yang juga merupakan negara berkembang juga telah menunjukkan kemampuan mengelola badak.

Zulkifli menuturkan, "Badak Jawa dan Badak Sumatera kita bisa kelola sendiri. kalau perlu kita ajak kalangan swasta kita. Sudah banyak kalangan swasta yang concern dan bersedia membantu konservasi badak."

Tidak ada komentar:

Pages